Tol Layang Jakarta-Cikampek II untuk Kendaraan Golongan I dan II

Tol Layang Jakarta-Cikampek II untuk Kendaraan Golongan I dan II
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono saat meninjau uji beban di Tol Layang Jakarta-Cikampek II, Senin (24/9/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Selasa, 24 September 2019 | 14:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono‎ mengungkapkan, Tol Layang Jakarta-Cikampek II diperuntukkan bagi kendaraan golongan I dan II.

Meski begitu, konstruksi jalan layang ini didesain untuk semua golongan kendaraan namun dari sisi manajemen lalu lintas tidak merekomendasikan kendaraan golongan V melintasi tol layang karena akses masuk tol yang menanjak membuat laju kendaraan besar melambat dan berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas.

"Jangan salah persepsi. Secara struktur sangat kuat menampung hingga kendaraan golongan V, namun dari segi manajemen traffic tidak direkomendasikan. Ini karena, saat akses masuk jalan tol yang menanjak, kendaraan besar akan melambat dan menimbulkan antrean," ujar Basuki dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/9/2019).

Uji beban maksimal di Tol Layang Jakarta-Cikampek II.

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang mengelola Tol Layang Jakarta-Cikampek II terus mengejar target penyelesaian konstruksi.

Jalan tol layang sepanjang 36,4 kilometer ini ditargetkan dapat beroperasi untuk mendukung arus mudik Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Baca Juga: Kejar Target Operasi, Uji Beban Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Dimulai

‎Sebagai bagian dari rangkaian sertifikasi laik operasi, PT JJC melakukan uji pembebanan jembatan (loading test). Hadir Basuki Hadimuljono dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit meninjau pelaksanaan hari pertama uji beban, Senin (23/9/2019) malam.

Basuki menambahkan, uji beban Tol Layang Jakarta-Cikampek II dilakukan di titik-titik yang unik. "Uji beban dilakukan pada tipikal-tipikal lokasi yang unik. Malam ini baru dilakukan pada satu tipikal lokasi saja. Hasilnya untuk tipikal titik yang dilakukan uji beban malam ini tergolong aman," sambung Basuki.

Titik pengujian pertama dilakukan di titik pier utara Nomor 490-490A yang terletak di KM 39 arah Cikampek. Tipikal lokasi ini memiliki desain pierhead kantilever.

Pengujian dilakukan dengan menerapkan metode beban dinamis (frekuensi resonansi akibat impact) dan uji beban statis loading unloading maksimum. Pengujian dengan beban 400 ton dengan menggunakan 16 truk kapasitas masing-masing truk sekitar 25-30 ton yang dibagi menjadi empat tahap.

Baca juga: Tol Layang Jakarta-Cikampek II Kurangi Kepadatan Hingga 50%

Pengujian yang dilakukan oleh Komite Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) tersebut dilakukan kemarin sejak pukul 17.00-23.00 WIB.

Direktur Utama PT JJC, Djoko Dwijono, menjelaskan bahwa ini merupakan satu dari sekian banyak rangkaian uji beban yang akan dilakukan guna memastikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) ini laik beroperasi.

"Kami perkirakan, untuk uji beban akan berlangsung selama tiga minggu. Namun simultan dengan uji beban, kami juga akan melakukan uji kelaikan dari sisi pengaspalan, perambuan, marka, PJU (penerangan jalan umum), kelengkapan CCTV, serta uji kekesatan dan kerataan jalan tol," pungkas Djoko Dwijono.



Sumber: Suara Pembaruan