Jalur KA Makassar - Parepare Segmen 3 Segera Dibangun

Jalur KA Makassar - Parepare Segmen 3 Segera Dibangun
Pekerja melakukan pengerjaan jalur kereta api Trans Sulawesi di Desa Telumpanua, Kecamatan Tanete Riau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, 25 November 2015. ( Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupandang )
Thresa Sandra Desfika / FER Kamis, 26 September 2019 | 17:34 WIB

akarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) segera memulai pembangunan proyek jalur Kereta Api (KA) Makassar - Parepare segmen 3 lintas Barru-Mandai sejauh 62,95 kilometer (km). Hal itu didorong dengan mempercepat proses pengadaan tanah.

"Ini proyek strategis nasional yang harus dikawal. Karenanya, dalam sebulan ini saya sudah banyak berkonsultasi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi dan banyak kemajuan yang berarti. Kita percaya untuk bisa menyelesaikan ini. Pembayaran tanah dilakukan dengan ganti untung untuk masyarakat," jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai melakukan rapat koordinasi terkait pengadaan tanah jalur KA Makassar - Parepare di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel), di Makassar, Kamis (26/9/2019).

Baca Juga: Operator Prasarana KA Makassar-Parepare Ditetapkan Desember

Budi Karya Sumadi menyampaikan, pada Agustus 2020 mendatang KA logistik maupun penumpang dengan lintas Tonasa - Garongkong akan dapat beroperasi. Hal ini merupakan hadiah untuk masyarakat Sulawesi Selatan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun depan.

"Di ulang tahun kemerdekaan kita di tahun depan, kita akan menghadiahkan sepanjang 70-80 km dari posisi Tonasa menuju Garongkong. Bisa dibayangkan di sana sudah ada kereta logistik dan penumpang. Jadi bisa mengangkut semen dari Tonasa ke Garongkong, atau sebaliknya, dari Garongkong mengangkut batubara ke Tonasa," jelas Budi Karya.

Budi Karya menuturkan, pihaknya akan mengundang Presiden ke Makassar untuk peresmian operasi kereta itu. "Kita 3 tahun berturut-turut akan menghadiahkan ini kepada masyarakat Sulawesi Selatan. Berikutnya yaitu sampai Pangkep dan sampai Bosowa, kemudian tahun ketiganya baru sampai Makassar," tambah Budi Karya.

Baca Juga: Kemhub Realisasikan Proyek KPBU Pertama Sektor Perhubungan

Budi Karya berharap, kereta api yang merupakan angkutan masa depan yang ramah lingkungan ini bisa segera hadir dan semakin mendongkrak perekonomian di Sulawesi dan sekitarnya.

"Semua orang akan lihat di sini sebagai suatu proyek yang berhasil bukan saja untuk penumpang tapi untuk logistik. Apalagi kita tahu, Sulawesi adalah penyangga ibu kota baru negara," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkeretaapian, Zulfikri mengatakan, telah dilakukan penyerahan persetujuan pembayaran tanah warga seluas 13.440 m² untuk mendukung pembangunan jalur KA segmen 3 lintas Barru-Mandai. Setelah tahap ini selesai, Kemenhub akan segera melaksanakan tahap konstruksi.

“Setelah dilakukan proses validasi dari BPN dan reviu BPKP, pada hari ini diserahkan persetujuan pembayaran tanah warga seluas 13,440 meter persegi. Dengan demikian, ada jaminan dan kepastian bagi warga dalam mendukung pembangunan jalur KA di segmen 3 ini. Setelah penyelesaian pembayaran tanah warga, kita segera melaksanakan pekerjaan konstruksi,” urai Zulfikri.

Sebagai informasi, pada tahun 2019 telah diselesaikan pembangunan jalur KA Makassar - Parerpare segmen 2 lintas Barru-Palanro sepanjang 40 km, serta pembangunan 5 stasiun baru, yaitu Stasiun Tanete Rilau, Stasiun Barru, Stasiun Takalasi, Stasiun Mangkoso, dan Stasiun Palanro.

Pembangunan proyek KA Makassar - Parepare sepanjang 144 KM (melalui Makassar-Maros - Pangkep - Barru - Parepare) ini merupakan bagian dari rencana pembangunan jalur KA Trans Sulawesi yang akan menghubungkan Kota Manado hingga Kota Makassar sepanjang 1.513 Km.

Berdasarkan Perpres Nomor 58 Tahun 2017, pembangunan jalur kereta api tersebut masuk dalam proyek strategis nasional serta melalui Peraturan Menko Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2015 di mana proyek tersebut masuk dalam proyek infrastruktur prioritas.



Sumber: BeritaSatu.com