"Andaikan Semua Pejabat Kayak Pak Ganjar..."

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membubuhkan tanda tangan di atas kertas tuntutan mahasiswa saat aksi demonstrasi depan Kantor DPRD Jateng di Semarang, Selasa, 24 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / JEM Jumat, 27 September 2019 | 14:56 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Video Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menemui ribuan mahasiswa saat demonstrasi di depan kantor DPRD Jateng pada Selasa (24/9/2019) viral. Video tersebut beredar di sejumlah media sosial dan mendapat perhatian publik nasional.

Salah satu akun yang mengunggah video Ganjar menemui mahasiswa adalah @lambe_turah. Akun Instagram itu mengunggah video Ganjar dan mendapat perhatian banyak warganet.

"Tidak selamanya demo itu rusuh, pejabat bisa juga jadi sahabat. Mari kita sampaikan aspirasi kita dengan tertib dan damai, karena kita semua saudara satu Indonesia," tulis akun @lambe_turah.

Postingan itu mendapat perhatian cukup besar dari publik. Tercatat sebanyak 13.458 netizen memberikan komentar.

"Andaikan semua pejabat di Indonesia kaya Pak Ganjar," tulis akun @ekaidalaraswatii.

"Coba di Jakarta begini," timpal akun @memeyustika. Selain itu, banyak lagi komentar warganet yang memuji Ganjar mau menemui mahasiswa dan menjadi penyambung aspirasi sampai ke pusat itu.

Pakar komunikasi politik Universitas Diponegoro, Triyono Lukmantoro menilai, gaya Ganjar saat menghadapi demo mahasiswa kemarin merupakan langkah tepat. Gaya itu menurutnya patut dicontoh dan ditiru para pejabat tinggi lainnya.

Menurutnya, kehadiran pejabat tinggi dalam aksi demonstrasi sangat dibutuhkan. Mereka merupakan kanal bagi mahasiswa untuk menyuarakan tuntutannya sampai ke pusat.

"Kalau saya lihat videonya, Pak Ganjar sampai menyingsingkan lengan baju dan dengan percaya diri hadir di tengah ribuan mahasiswa. Ia kemudian berorasi dan siap mengawal aspirasi mahasiswa. Satu hal yang keren, ia juga mengajak mahasiswa untuk membersihkan sampah dan memperbaiki taman yang rusak," ujar TL, sapaan akrab dosen Ilmu Komunikasi Fisip Undip itu, Kamis (26/9/2019).

Menurutnya, kehadiran Ganjar di tengah aksi massa membuat potensi kericuhan dapat diredam. Terbukti, setelah Ganjar datang dan menerima aspirasi mahasiswa, ribuan mahasiswa itu pulang ke kampus masing-masing dengan tertib.

"Tidak sampai terjadi kericuhan yang besar, meskipun ada sedikit panas saat gerbang roboh. Namun secara keseluruhan, demo di Semarang kemarin berlangsung damai, tidak seperti daerah lain yang sampai bentrok hingga larut," kata dia.

Kebanyakan demo ricuh karena tuntutan para demonstran tidak tersampaikan dengan baik. Banyaknya pejabat tinggi yang memilih menghindari demonstran justru menjadi penyebab terjadinya kericuhan.

"Demo ricuh itu biasanya karena tidak ada kanal bagi mereka menyampaikan tuntutan. Selama demo tidak direspon, tentu mereka akan mencari sesuatu agar direspon, dan tidak jarang itu kerusuhan. Dengan hadirnya para pejabat penting di tengah massa, menerima tuntutan, tentu itu akan mendinginkan suasana. Saya kira aksi pak Ganjar kemarin bisa jadi teladan untuk proses demokrasi ke depan," tegasnya.

Pada Selasa (24/9/2019) lalu, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Semarang Raya melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Jateng.

Aksi demo dilakukan untuk menolak Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, Revisi Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan sejumlah persoalan lainnya.

Aksi demo yang digelar sejak pukul 09.00 WIB itu awalnya berlangsung damai. Namun situasi mulai memanas saat mahasiswa meminta Gubernur Jawa Tengah turun menemui massa.

Sejumlah pimpinan DPRD Jateng awalnya turun dan ingin berdialog dengan massa, namun kedatangan mereka ditolak oleh mahasiswa. Mahasiswa pun mencoba merangsek dan memaksa masuk, hingga menyebabkan pintu gerbang gedung DPRD Jateng roboh.

Ratusan personil kepolisian yang mengamankan aksi itu telah bersiap menghalau massa. Namun situasi tetap kondusif setelah semua pihak menahan diri.

Massa terus berteriak dan mendesak untuk bertemu dengan Gubernur. Demi mengamankan situasi, Ganjar pun akhirnya datang untuk menemui para mahasiswa.

Kedatangan Ganjar disambut tepuk tangan para peserta demo. Ia pun tidak segan untuk merangsek ke kerumunan mahasiswa dan menuju mobil orasi milik mahasiswa. Dengan tenang, Ganjar meminta agar mahasiswa tetap menjaga kondisifitas dan tidak merusak fasilitas.

"Sejak beberapa hari ini saya mengikuti aksi ini, beberapa teman aktivis juga meminta izin untuk menggelar aksi. Saya persilahkan, bahkan sebenarnya saya sudah menyiapkan tempat sejak kemarin untuk menerima kawan-kawan yang akan menyampaikan tuntutan," ucap Ganjar berbicara di atas mobil yang jadi podium.

Seharusnya, para mahasiswa dapat menggelar aksi demo dengan tertib dan menyampaikan tuntutan dengan dialog yang baik. Tidak perlu mahasiswa melakukan aksi yang merugikan, bahkan sampai merusak pagar dan taman.

"Pagar dan taman ini adalah uang dari kalian juga, seharusnya tidak perlu dirusak karena saya harus mengeluarkan anggaran lagi untuk memperbaikinya. Bagaimana kalau besok, saya undang kawan-kawan semua untuk bersih-bersih dan memperbaiki taman yang dirusak itu, setuju tidak," tanya Ganjar dan dijawab dengan kompak oleh mahasiswa 'setuju'.

Ganjar pun menegaskan akan menampung semua aspirasi serta tuntutan dari para mahasiswa. Ia akan menyampaikan aspirasi itu sampai ke tingkat pusat.

"Cukup banyak pesan yang disampaikan, nanti akan kami sampaikan ke pusat. Tadi mereka minta disampaikan ke DPR dan Presiden, tentu akan saya lakukan," ujarnya.

Ganjar pun mengapresiasi aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa itu. Meski sedikit memanas dan membuat pagar roboh, namun bagi dirinya hal itu masih merupakan hal yang wajar.

"Ya itu resiko, kalau massa banyak memang sulit mengontrol dan kerap menimbulkan situasi memanas. Ya tidak apa-apa, nanti kami perbaiki. Saya dulu juga pernah jadi mahasiswa yang sering demo seperti mereka," tutupnya.

Sementara itu, para peserta aksi meminta Ganjar menandatangani beberapa tuntutan yang mereka bacakan. Tuntutan itu seperti membatalkan RKUHP, menolak revisi UU KPK, mendesak DPR segera mengesahkan RUU kekerasan seksual dan sejumlah tuntutan lainnya.

Ganjar pun membubuhkan tandatangan di atas kertas tuntutan mahasiswa itu. Setelah itu, ia turun dari podium dan meminta mahasiswa untuk melanjutkan aksi demonstrasi dengan tertib.



Sumber: Suara Pembaruan