Indonesia Japan Festa, Strategi Kemenpar Sedot Wisatawan Jepang

Indonesia Japan Festa, Strategi Kemenpar Sedot Wisatawan Jepang
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya.
Bonifacius Jaka / BON Jumat, 27 September 2019 | 17:51 WIB

Beritasatu.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menggandeng Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Osaka, Jepang menggelar Indonesia-Japan Festa pada 5 - 6 Oktober 2019. Tujuannya mempromosikan pariwisata Indonesia. Sehingga, turis dari Negeri Matahari Terbit tersebut tertarik berwisata ke Tanah Air.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya menilai pasar wisatawan Jepang jadi rebutan banyak negara. Karenanya, Indonesia harus memanfaatkan kesempatan promosi tersebut. “Pasar wisatawan Jepang ini potensinya besar. Banyak negara yang berebut masuk di dalamnya. Makanya kita selalu berusaha melakukan promosi di Jepang setiap ada kesempatan,” ujar Nia, Kamis (26/9).

"Dengan promosi ini diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan untuk mendukung pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara di 2019. Karena dengan maintenance yang baik dan terus menerus tentunya, pariwisata Indonesia semakin membekas di hati wisatawan Jepang," tambah Nia.

Hadirnya Kemenpar di ajang ini tentu bukan tanpa sebab. Tahun lalu, ajang ini mampu mendatangkan 5.000 pengunjung asal Osaka dan sekitarnya ke Indonesia. Untuk itu berbagai persiapan dilakukan dengan serius. Mulai dari booth hingga konsep promosi. Kemenpar bakal bergabung bersama booth Garuda Indonesia. Keduanya akan berkolaborasi untuk menarik wisatawan dari Jepang.

Sedikit informasi, sepanjang 2018, jumlah wisatawan Jepang ke Indonesia turun 7,52 persen dibanding 2017. Jumlah wisatawan Jepang selama 2018 mencapai 530.171 orang, padahal Kemenpar menargetkan angka kunjungan sebesar 595.000 wisatawan. Sementara di 2017, jumlah realisasi wisatawan Jepang mencapai 573.310 orang.

Tak hanya itu, sekali berkunjung, wisatawan Jepang di Indonesia umumnya menghabiskan waktu 6 hingga 7 hari. Menurut hasil Passenger Exit Survey (PES) Kemenpar 2016, mereka rata-rata mengeluarkan bujet US$ 1,013 atau sekira Rp 14,5 juta per kunjungan.

"Latar belakang ini menjadi pendorong Kemenpar untuk meningkatkan berbagai upaya promosi pariwisata Indonesia secara lebih masif di Negeri Sakura. Ditambah lagi, tahun ini Kemenpar menargetkan 720.000 kunjungan wisatawan asal Jepang," tambah Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional II Kemenpar Ardi Hermawan.

Lebih jauh Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai acara ini menjadi kesempatan baik untuk memasarkan destinasi wisata Indonesia kepada para wisatawan Jepang. Menpar berharap ajang ini dapat menghasilkan potensi pertambahan jumlah wisman Jepang pada 2019. Sehingga menghasilkan keuntungan ekonomi yang menjanjikan bagi berbagai pelaku industri pariwisata Nasional.

"Kita punya destinasi prioritas yang bisa kita pasarkan sebagai destinasi baru bagi market Jepang. Begitu juga Batam dan Bintan. Karena kesukaan orang Jepang itu main golf, pantai, dan budaya. Soal golf, mereka sangat senang. Batam dan Bintan memiliki itu semua. Semua peluang harus kita maksimalkan sehingga tren kunjungan wisatawan Jepang kembali meningkat,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com