Gempa Ambon, BNPB Salurkan Rp 1 Miliar

Gempa Ambon, BNPB Salurkan Rp 1 Miliar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo (tengah). ( Foto: ANTARA FOTO )
/ YUD Jumat, 27 September 2019 | 18:24 WIB

Ambon, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan sebesar Rp 1 miliar untuk penanganan gempa bumi di pulau Ambon dan sekitarnya.

Bantuan diserahkan Kepala BNPB Dony Moenardo saat melakukan peninjauan di Pulau Ambon, Jumat (27/9/2019).

"BNPB hari ini menyalurkan dana Rp1 miliar untuk penanganan bencana gempa, mudah-mudahan hari ini sudah ditransfer ke rekening BPBD Provinsi Maluku," katanya di Ambon, Jumat.

BNPB juga akan mengirimkan satu unit rumah sakit lapangan lengkap dengan perlengkapan berupa tempat tidur, matras dan lainnya, tetapi tidak termasuk perlengkapan medis.

Satu unit rumah sakit lapangan terdiri dari tujuh tenda, selain itu juga bantuan 30 unit tenda lapangan yang dapat menampung 30 personil. Selain itu pihaknya juga mengirimkan tim untuk melakukan penilaian kerusakan bangunan dan fasilitas umum.

"Sesuai ketentuan BNPB memberikan bantuan kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat, sedang dan rusak ringan, termasuk juga asilitas umum yakni pendidikan melalui lembaga yang berwenang," katanya.

Selain menyerahkan bantuan, Kepala BNPB juga meninjau sejumlah lokasi yang terkena dampak bencana gempa bumi 6,5 SR, yakni di desa Waai, Liang kecamatan Salahutu dan ke kampus IAIN Ambon.

"Semalam saya ditelpon bapak Presiden Jokowi yang menanyakan perkembangan gempa di Maluku, dan hari ini saya datang untuk meninjau kondisi masyarakat di pegungsian dan melihat langsung dampak gempa," ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk kembali ke rumah dan jangan terlalu lama di lokasi pengungsian.

Ketika gempa besar terjadi lebih dari 20 detik, masyarakat harus secara otomatis mencari lokasi aman. Setelah dua jam tidak terjadi gempa susulan yang besar, maka warga dapat kembali ke rumah masing-masing.

"Jika terlalu lama di tempat pengungsian, dapat muncul masalah baru seperti makanan, kesehatan, sanitasi dan lainnya," kata Dony.



Sumber: ANTARA