Bencana Asap, 63.554 Warga Jambi Terserang ISPA

Bencana Asap, 63.554 Warga Jambi Terserang ISPA
Seorang anak bayi lima tahun (balita) yang menderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) akibat asap dirawat di Puskesmas Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi. Gubernur Jambi, Fachrori Umar (kiri) ketika menjenguk balita penderita ISPA tersebut, Jumatt, 27 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Radesman Saragih )
Radesman Saragih / CAH Sabtu, 28 September 2019 | 07:46 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Dampak bencana asap terhadap kesehatan warga masyarakat di Provinsi Jambi selama tiga bulan terakhir tergolong cukup parah. Ini bisa dilihat dari tingginya kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) akibat asap di Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi, Fachrori Umar menjelaskan, jumlah warga Jambi yang terserang ISPA selama puncak bencana asap Agustus–September mencapai 63.554 orang. Sebagian besar penderita ISPA tersebut berasal dari anak–anak hingga remaja.

“Tingginya penderita ISPA di Jambi akibat kualitas udara di Provinsi Jambi dua bulan terakhir sempat memasuki kategori berbahaya. Buruknya kualitas udara di Jambi ditandai dengan angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) akibat asap kebakaran hutan dan lahan hingga 900 partikel per million (ppm), kategori berbahaya. Kualitas udara di Jambi mulai membaik sejak Rabu (25/9) menyusul turunnya hujan dan menipisnya asap,” ujar Fachrori Umar ketika meninjau pelayanan kesehatan terhadap para penderita ISPA di beberapa Puskesmas di Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, Jumat (27/9/2019).

Gubernur Jambi, Fachrori Umar (empat dari kanan) didampingi Bupati Muarojambi, Masnah Busro (empat dari kiri) memadamkan kebakaran lahan gambut di areal perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Bara Eka Prima (BEP).

 

Menurut Fachrori Umar, kendati asap sudah menipis seiring turunnya hujan, penderita ISPA di Jambi masih banyak yang membutuhkan perawatan. Sebagian penderita ISPA di daerah itu bahkan masih ada yang dirawat di rumah sakit.

“Melihat banyaknya penderita ISPA dari kalangan anak-anak dan remaja keluarga kurang mampu, saya minta pelayanan kesehatan terhadap penderita ISPA di Puskesmas dan rumah sakit pemerintah digratiskan,” tegasnya.

Baca Juga: Jambi Masih Waspada Asap, Karhutla Belum Seluruhnya Padam

Dijelaskan, di Kabupaten Tanjungjabung Timur, salah satu daerah yang mengalami kebakaran lahan gambut cukup luas di Jambi, jumlah penderita ISPA cukup tinggi. Hasil peninjauan Fachrori Umar di tiga puskesmas saja, yakni Puskesmas Muarasabak Timur, Puskesmas Simpang Tuan dan Puskesmas Simpang Pandan, Tanjungjabung Timur, jumlah penderita ISPA yang berobat mencapai 2.243 orang. Penderita ISPA paling banyak berobat terdapat di Puskemas Simpang Pandan, yakni mencapai 1.619 orang.

“Warga Tanjungjabung Timur banyak terserang ISPA karena desa mereka dekat dengan lokasi kebakaran hutan dan lahan. Karena itu pelayanan kesehatan terhadap penderita ISPA di pedesaan ini mesti diberikan secara gratis,” katanya.

Baca Juga: 60% Karhutla di Jambi Berada di Kawasan Gambut

Sementara itu pantauan SP di Kota Jambi, Sabtu (28/9/2019), asap tipis masih menyelimuti kota itu. Asap tersebut berasal dari sisa-sisa kebakaran gambut di Kecamatan Kumeh, Kabupaten Muarojambi. Namun asap tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi udara.

Secara terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Addi Setiadi di Jambi, Sabtu (27/9/2019) menjelaskan, hujan lebat yang kembali mengguyur Provinsi Jambi, Jumat (27/9/2019) malam berhasil memadamkan banyak titik api di daerah itu.

“Pantauan Jumat (27/9/2019) malam hingga Sabtu (28/9) pagi, titik api di Jambi tersisa dua titik, yakni di Muarojambi. Titik api tersebut berkurang drastis dibandingkan titik api di Jambi, Kamis (26/9) sebanyak 86 titik,” katanya. 



Sumber: Suara Pembaruan