Shell Ajak Mahasiswa Temukan Solusi Energi Masa Depan

Shell Ajak Mahasiswa Temukan Solusi Energi Masa Depan
Vice President Technical PT Shell Indonesia, Bambang Wahyudi,  menjadi pembicara utama dalam seminar dengan topik 'Tribologi & Efisiensi Energi' di Universitas Negeri Malang. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 28 September 2019 | 16:34 WIB

Malang, Beritasatu.com - Shell memiliki komitmen untuk memenuhi kebutuhan global akan energi dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial, lingkungan dan ekonomi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan generasi muda.

Dalam rangkaian acara Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Malang (UNM) dari 24-28 September 2019, Shell sebagai salah satu sponsor memberikan wawasan mengenai pentingnya teknologi terdepan yang inovatif sebagai upaya mencari solusi energi masa depan.

Kontes Mobil Hemat Energi 2019 di Universitas Negeri Malang

Baca Juga: Pengendara Motor Diajak Sebarkan Semangat Positif

Vice President Technical PT Shell Indonesia, Bambang Wahyudi, yang menjadi pembicara utama dalam seminar dengan topik 'Tribologi dan Efisiensi Energi' menjelaskan, penerapan tribologi atau penerapan ilmu dan teknologi yang terkait dengan gesekan, keausan, dan pelumasan yang benar serta pemilihan base oil dan additive untuk mendapatkan formulasi pelumas yang seimbang dengan menerapkan kaidah-kaidah tribologi yang tepat dapat menghasilkan efisiensi energi.

"Pelumas merupakan faktor yang sangat penting bagi mesin, termasuk mesin kendaraan. Selain dapat mengurangi gesekan, pelumas juga berfungsi melindungi mesin terhadap keausan. Untuk menghasilkan pelumas yang baik, diperlukan pengetahuan mengenai sifat fisik dan kimia utama pelumas yang sangat berpengaruh terhadap unjuk kerja komponen-komponen pada suatu equipment atau mesin. Proses ini juga menjadi tahapan penting dalam pengembangan produk pelumas berkualitas yang dapat menghasilkan efisiensi energi," ujar Bambang kepada Beritasatu.com, Sabtu (28/9/2019)

Baca Juga: Shell Indonesia Dorong Inovasi Bidang Energi

Bambang menjelaskan, penerapan tribologi secara tepat dan cermat tidak hanya menghasilkan efisiensi energi namun juga dapat memberikan dampak positif secara ekonomi. Hal ini dibuktikan dalam sebuah laporan dari JOST Report (1981) berjudul Energy Savings Through Tribology.

Dalam laporan tersebut, dipaparkan beberapa dampak positif penerapan tribologi secara ekonomi, antara lain pengurangan biaya manpower, pemeliharaan mesin dan penggantian pelumas, juga kerugian lainnya akibat gangguan mesin.

Selain itu, penerapan tribologi juga diproyeksi dapat memberikan penghematan negara berdasarkan PDB (Produk Domestik Bruto) yang cukup signifikan untuk mengurangi kerugian effisiensi akibat gesekan dan keausan di sektor industri.

"Kami memahami pentingnya riset dan inovasi teknologi untuk menghadapi dunia yang terus berkembang dan tantangan energi masa depan. Melalui seminar ini, kami berharap lebih banyak pihak memahami manfaat dari aplikasi tribologi untuk melahirkan inovasi teknologi yang memberikan manfaat bagi semua, khususnya dalam hal efisiensi energi terutama menyongsong Era Revolusi Industri 4.0," tandas Bambang.

Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Industri Universitas Brawijaya, Dr Oyong Novareza, menyampaikan, tribologi memegang peranan penting dalam proses manufaktur suku cadang kendaraan hemat energi.

"Rekayasa di bidang tribologi dapat menghasilkan produk yang lebih bersih, yang dapat mengurangi penggunaan energi secara signifikan," kata Dr Oyong Novareza.



Sumber: BeritaSatu.com