Menag: Santri Diminta Jadi Pelopor Perdamaian

Menag: Santri Diminta Jadi Pelopor Perdamaian
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ( Foto: istimewa )
Maria Fatima Bona / EAS Senin, 30 September 2019 | 14:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin meminta kaum santri tetap menjadi agen penyebar Islam damai yang bersemangat rahmatan lil alamin. Santri juga diminta menjadi benteng NKRI terhadap kekuatan kontra persatuan dan demokrasi.

"Peran santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Santri, kita tahu, memiliki rekam jejak yang menonjol terkait kebudayaan dan segala relasinya terhadap pembangunan bangsa ini," kata Lukman pada acara Muktamar Pemikiran Santri, terkait Hari Santri Nasional ke-4, di Pesantren Tinggi Asshiddiqiyah, di Jakarta, dilansir dari siaran pers, Senin (30/9/2019).

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemag, Kamaruddin Amin, menambahkan, peringatan Hari Santri dapat membuak pikiran umat Islam, bawah ajaran di pesantren berpegang pada perdamaian. 

"Muktamar pemikiran santri ini memberikan pemahaman kepada masyarakat umum dan internasional, bahwa pesantren adalah role model sempurna dalam gagasan perdamaian dunia" kata Kamaruddin.

Kamaruddin menyebutkan, santri merupakan manifestasi pelajar muslim tradisional di Indonesia. Hal ini terbukti sepanjang masa telah menjadi agen pemegang agama Islam yang konsisten, toleran, dan penjaga pagar keberagaman dalam bingkai negara kesatuan.

"Peran santri sangat efektif menangkal radikalisme di ruang-ruang yang memenangkan perebutan otoritas di ruang publik," tambah Kamaruddin.

Sebagai informasi, dalam rangkaian peringatan Hari Santri pada 22 Oktober mendatang, acara yang akan digelar antara lain Muktamar Pemikiran Santri dan Malam Kebudayaan Pesantren. Khusus untuk Muktamar sebanyak 126 praktisi pesantren tinggi dari seluruh Indonesia yang terlibat. 



Sumber: BeritaSatu.com