Polisi: Pelaku Pembakaran Bukan Orang Asli Wamena

Polisi: Pelaku Pembakaran Bukan Orang Asli Wamena
Warga antre menaiki pesawat milik TNI di Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, Sabtu (28/9/2019). Warga Wamena terus memadati bandara untuk meninggalkan Wamena pascakerusuhan pada Senin (23/9/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Iwan Adisaputra )
Robert Isidorus / JEM Senin, 30 September 2019 | 14:58 WIB

Jayapura, Beritasatu.com – Berdasarkan hasil penyelidikan Polri, terungkap bahwa yang melakukan pembakaran dan tindak pidana kekerasan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, bukan orang asli di Wamena atau bukan penduduk Lembah Baliem.

“Pelaku pembakaran bukan penduduk asli Wamena (orang Lembah Baliem). Mereka (orang asli Wamena) justru banyak membantu memberi perlindungan kepada para pendatang dengan mengamankan di rumah warga maupun gereja,” ujar Kabid Humas Polda Papua AKB AM Kamal kepada wartawan, Senin (30/9/2019).

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, saat ini aparat gabungan TNI dan Polri telah mengevakuasi warga pendatang menggunakan berbagai moda transportasi termasuk pesawat Hercules ke beberapa kota di Papua antara lain ke Jayapura.

Dengan kesigapan aparat TNI dan Porli, hingga Senin (30/9/2019), telah berhasil mengevakuasi 3.213 orang pengungsi ke Kota Jayapura. Sejumlah 543 orang saat ini tinggal di tempat-tempat pengungsian antara lain di Lanud Silas Papare 101 orang, Rindam Jayapura 104, YON 751 sejumlah 172 orang, Paguyuban Minang ada 106 orang, dan di Mussalah Attaqwa ada 66 orang.

“Polri menjamin keamanan di Wamena. Tidak benar jika saat ini kondisi di Wamena tidak terkendali. Polri mengajak semua suku yang ada di Papua untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Papua dengan terus meningkatkan rasa persaudaraan dan sebangsa sehingga tidak mudah diprovokasi oleh pihak luar yang menginginkan terjadinya perpecahan dan kerusuhan di bumi Cendrawasih,” ujar Kamal.

Kepala Suku Lembah Baliem (Wamena) Agus Hubi Lapago secara khusus meminta para pendatang untuk tidak mengungsi karena sangat yakin masyarakat asli Wamena sangat mencintai masyarakat Papua pendatang. Karena mereka yakin para perusuh adalah kelompok di luar Wamena.



Sumber: Suara Pembaruan