Aksi Massa Ricuh di DPRD Jabar

Aksi Massa Ricuh di DPRD Jabar
Sejumlah orang di halaman Gedung DPRD Jabar di Bandung berusaha menyelamatkan diri dari gas air mata, Senin (30/9/2019). ( Foto: Antara / Bagus Ahmad Rizaldi )
Adi Marsiela / LES Senin, 30 September 2019 | 19:36 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Aksi unjuk rasa massa menolak pengesahan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dan pembahasan revisi UU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta revisi sejumlah udang-undang lain di Bandung, Senin (30/9/2019) ricuh.

Massa yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, buruh, serta pribadi-pribadi yang simpati pada aksi unjuk rasa ini menyampaikan pandangan politiknya secara bergantian lepas tengah hari di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Bandung.

Aksi ini berlangsung tertib hingga peserta unjuk rasa berhasil mendobrak pagar DPRD Jawa Barat. Meski sudah bisa tembus, peserta aksi sempat berkali-kali mengurungkan niatnya untuk masuk. Hingga pada pukul 17:12 WIB ada lemparan molotov ke barisan polisi yang berdiri di belakang gerbang.

Pascalemparan molotov yang membesar jadi api, petugas kepolisian langsung menyemprotkan air dari mobil water canon. Seiring semprotan air, massa kembali melempari polisi dengan berbagai benda seperti botol hingga batu.

Massa berhamburan berlari menjauhi gedung saat petugas melepaskan gas air mata. Kelompok massa terpecah menjadi empat ke arah persimpangan-persimpangan jalan yang menuju Jalan Diponegoro.

Selain terjadi aksi lempar batu antara mahasiswa dan polisi, peserta aksi juga membakar ban bekas dan memblokade jalan. Hingga berita ini ditulis, polisi masih berupaya membubarkan massa.

Kericuhan saat aksi massa ini sebelumnya juga terjadi pada Selasa, 24 September 2019. Tuntutan massa tetap sama.



Sumber: Suara Pembaruan