Kemenpar Bidik Wisatawan Vegetarian Asal India

Kemenpar Bidik Wisatawan Vegetarian Asal India
Kemenpar sedang bidik wisatawan vegetarian, terutama dari pasar luar negeri asal India ( Foto: ist )
Kunradus Aliandu / KUN Senin, 30 September 2019 | 23:00 WIB

Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pasar vegetarian saat ini belum terlalu besar, yaitu baru sampai 2% terhadap total penduduk Indonesia. Namun demikian, trennya cukup baik sehingga perlu didukung dan dikembangkan termasuk untuk pasar luar negeri.

"Kalau penduduk 250 juta katakan 2 juta tapi tren yang bagus di Indonesia. Kemenpar mendukung pembukaan vegetarian restoran untuk pasar (orang) luar negeri terutama India. India jumlahnya 650 ribu targetnya akan kita buat 1 juta. Kalau ditanya vegetarian restoran relatif jarang totalnya se Indonesia ngga sampai 2.000 dibandingkan restoran lain yang umum ratusan ribu. Karena itu kita perlu vegetarian restoran," kata dia.

Ke depan, kata dia, pihaknya akan melalukan family trip. "Nanti kita arahkan ke Sarinah biar mereka mengenal, khususnya mengenal vegetarian cafe,"ujarnya. Selain itu, pihaknya membidik wisatawan India yang ke Bali, karena hampir memiliki kesamaan.
"Orang kaya India jumlahnya sekitar 250 juta dan itu pasar yang besar sejumlah penduduk Indonesia. Jadi orang vegannya banyak, orang kayanya juga banyak. Tapi yang ke Indonesia kurang dari sejuta, jadi India pasar yang bagus, sayang direct flight hanya 1 Mumbai-Bali saja. Kalau ada direct flight lebih banyak lebih bagus,"papar dia.

Karena itu, pihaknya akan mencoba memanage kembali hal itu. "Yang akan kita lakukan adalah memanage hub, contoh penerbangan dari Indonesia ke India hanya 3 kali seminggu, penerbangan dari India ke Singapura 70 kali per minggu, apa yang akan kita lakukan, ya sudah kita pengaruhi travel agent, travel operator yang ada di Singapura untuk menjual Indonesia dalam satu paket, itu yang sudah kita lakukan, itu yang kita sebut Singapura jadi tourism hub, sama juga di Kualalumpur (KL). Karena untuk menambah direct flight susahnya luar biasa, yang satu ini saja hampir dihapus,"ujarnya.



Sumber: PR