Belajar Kemandirian di Warga Suku Tengger

Belajar Kemandirian di Warga Suku Tengger
Anak-anak SMPK Penabur Jakarta mengikuti kegiatan studi tur dengan tinggal di rumah warga dan beraktivitas di Desa Podokoyo Pasuruan dan Batu Malang, Jawa Timur, 26 September - 2 Oktober 2019 ( Foto: istimewa )
Carlos Roy Fajarta / BW Selasa, 1 Oktober 2019 | 14:54 WIB

Pasuruan, Beritasatu.com - Sebanyak 425 pelajar SMPK Penabur Jakarta mengikuti studi tur dengan bermalam di rumah-rumah warga suku Tengger di Desa Podokoyo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, 26 September hingga 2 Oktober 2019.

Dalam kegiatan tersebut para pelajar diajarkan nilai-nilai kemandirian, kesederhanaan, interaksi dengan warga sekitar, menjalin kerja sama, serta menghargai perbedaan dengan melaksanakan berbagai aktivitas.

Pelajar diajarkan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan melakukan kegiatan bercocok tanam, tinggal di rumah warga yang sederhana dan sajian makanan khas setempat.

"Kegiatan tinggal bersama di rumah warga dengan tema semangat petualangan ini kita maksudkan untuk mengasah karakter dan kemampuan peserta didik dalam terjun langsung di tengah masyarakat dan melaksanakan berbagai kegiatan," ujar Ketua BPK Penabur Jakarta, Antono Yuwono, Selasa (1/10/2019).

Ia menyebutkan, nilai-nilai bisa menghargai perbedaan di tengah masyarakat sangat penting untuk bekal dan masa depan mereka kelak saat dewasa dengan aktivitas menyusuri desa, menikmati keindahan alam, serta mengenal langsung sejarah dan budaya kearifan lokal.

Berbagai kebudayaan yang ditemui langsung pelajar di tengah masyarakat di antaranya yakni musik tradisional Jawa Karawitan, tarian kuda lumping, reog Ponorogo, makanan Rawon khas Jawa Timur, serta berkunjung ke Gunung Bromo, Kebun Binatang Batu, Museum Angkut.

"Para peserta yang dihasilkan kita harapkan tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga nonakademik dengan prinsip-prinsip tangguh, berkompeten di bidangnya, semangat berbagi, dan iman yang teguh," tambah Antono.



Sumber: Suara Pembaruan