Wali Kota Bengkulu Batalkan Penerimaan CPNS 2019

Wali Kota Bengkulu Batalkan Penerimaan CPNS 2019
Ilustrasi aparatur sipil negara. ( Foto: Antara )
Usmin / JEM Rabu, 2 Oktober 2019 | 15:32 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan membatalkan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk formasi 2019. Alasannya karena pemerintah setempat masih membutuhkan dana besar untuk membangun infrastruktur di daerah ini.

"Pemkot Bengkulu, masih membutuhkan dana besar untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan fasilitas lainnya guna meningkakan perekonomian masyarakat Kota Bengkulu kedepan, sehingga anggaran untuk membayar gaji PNS baru belum tersedia," kata Wali Kota Helmi Hasan, di Bengkulu, Rabu (2/10/2019).

Sebelumnya Wakil Wali Kota Bengklu, Dedy Wahyudi sempat mengatakan, bahwa pemkot pada tahun akan menerima CPNS baru, tapi rencana tersebut dibatalkan Walii Kota Helmi Hasan dengan alasan tidak ada anggaran untuk membayar gaji pegawai baru.

Helmi Hasan mengatakan, Pemkot Bengkulu pada tahum 2020, membutuh anggaran besar untuk menuntaskan program peningkatan infrastruktur, dan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui dana bergulur Samisake dan lainnya.

"Jadi, kita di Kota Bengkulu, masih fokus pada pembangunan infrastruktur, karena infrastruktur kita belum tuntas dan perlu dilanjutkan pada tahum 2020. Pembangunan alun -alun belum selesai, bantuan modal samisake belum selesai, dan masih banyak lagi agenda-agenda yang lebih mendesak kita laksanakan," ujarnya.

Untuk melaksanakan program Samisake, katanya Pemkot Bengkulu kembali mengusulkan anggaran sesuai dengan kajian dari Dinas Koperasi dan UMKM kota mencapai puluhan miliar. Program Samisake ini sudah ditunggu masyarakat Kota Bengkulu, sehingga mendesak untuk digulirkan dalam waktu dekat.

Sebab, dana Samisake yang telah digulirkan ke beberapa kelurahan di Kota Bengkulu, perkembangan cukup bagus. Seperti di Kelurahan Jembatan Kecil dikucurkan Rp 300 juta dan setelah dikelolah kelompak masyarakat jumlahnya meningkat menjadi Rp 1,3 miliar.

Bahkan, perputaranya bisa meningkat hingga Rp 2 miliar, makanya program Samisake ini perlu ditambah dan dikembangkan lagi ke depan. "Awalnya kita janji dana Samisake Rp 1 miliar/keluarahan, tapi karena ada kendala program ini tidak terealisasi sesuai harapan.

Karena itu, pada tahun 2020 mendatang, kata Helmi Hasan program Samisake akan dikembangkan lagi dan jumlah bantuan yang disalurkan ke kelurahan lebih besar lagi dari sebelumnya. "Program Samisake ini cukup berhasil karena bisa membantu modal masyarakat kecil yang akan berusaha," ujarnya.

Menanggapi rencana Wali Kota Bengkulu, membatalkan penerimaan CPNS 2019, anggota Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Sudisman mengatakan, wali kota sebaiknya tidak terburu-buru membatalkan rencana penerimaan CPNS formasi 2019.

Alasan penerimaan CPNS di Pemkot Bengkulu, sudah ditunggu masyarakat sejak lama, karena sebelumnya pemkot sudah batal beberapa kali perekrutan CPNS. "Saya berharap Pak Helmi Hasan tidak terburu-buru membatalkan penerimaan CPNS di Pemkot Bengkulu tahun 2019 ini," ujarnya.

Meski demikian, DPRD Kota Bengkulu sangat mendukung pemkot fokus dibidang pembangunan infrastruktur, tapi tidak semata-mata bangun infrastruktur saja sektor lain juga perlu mendapatkan perhatian, termasuk penerimaan CPNS.



Sumber: Suara Pembaruan