Ini Usulan Konsep Transportasi Ibu Kota Baru dari Kemhub

Ini Usulan Konsep Transportasi Ibu Kota Baru dari Kemhub
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi memberikan pidato sambutan di Perayaan HUT Gaikindo ke - 50, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Emral Firdiansyah )
Herman / YUD Rabu, 2 Oktober 2019 | 21:06 WIB

Balikpapan, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan rencana pengembangan ibu kota baru yang mempunyai konektivitas dan aksesibilitas yang baik. Menurutnya, konektivitas dan aksesibilitas di Ibu Kota Baru nantinya akan sangat mengandalkan transportasi publik atau massal.

Hal ini disampaikan Menhub saat menghadiri kegiatan talkshow Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur Sebagai Ibu Kota Negara, yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, di Balikpapan, Rabu (2/10/2019).

“Konektivitas dan aksesibilitas yang baik bisa dilakukan dengan membangun MRT, LRT, kereta api dan bus listrik. Itu akan sangat memudahkan pergerakan masyarakat,” kata Budi Karya Sumadi melalui keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Rabu (2/10/2019).

Budi Karya melanjutkan, Kemenhub juga menargetkan beberapa aspek yang harus dipenuhi di Ibu Kota Baru, seperti optimalisasi waktu tempuh penggunaan transportasi publik.

“Kami menargetkan perjalanan 20 kilometer maksimal dapat ditempuh selama 30 menit, dan 80 persen masyarakat maksimal berjalan kaki 10 menit untuk menuju transportasi umum,” ungkapnya.

Dalam rencana membangun infrastruktur transportasi di Ibu Kota Baru, Kemhub mempunyai konsep “Smart City, Smart Mobility”. Konsep tersebut mendorong orang untuk menggunakan transportasi massal, berjalan kaki dan bersepeda dengan fasilitas yang ramah orang dan lingkungan.

"75 persen angkutan umum yang akan dibuat berbasis listrik dan berbahan bakar ramah lingkungan," ujar Menhub.



Sumber: BeritaSatu.com