Tak Ada Kegentingan Memaksa, Perppu UU KPK Inkonstitusional
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tak Ada Kegentingan Memaksa, Perppu UU KPK Inkonstitusional

Kamis, 3 Oktober 2019 | 07:34 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta, Beritasatu.com – Penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) terkait Undang-Undang (UU) tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru disahkan DPR dinilai inkonstitusional. Penyebabnya, saat ini tidak ada kondisi kegentingan memaksa sebagai syarat konstitusi penerbitan perppu.

“Meskipun penerbitan perppu merupakan hak prerogatif Presiden dan bersifat subjektif, tetapi penerbitan perppu terhadap UU KPK menjadi tidak konstitusional. Sebab, perppu tersebut tidak memenuhi syarat kondisi 'kegentingan yang memaksa', sebagaiman parameter yang disyaratkan Pasal 22 UUD 1945 dan Putusan MK Nomor 138/PUU-VII/2009. Tidak ada kegentingan memaksa, yang mengharuskan Presiden menerbitkan perppu,” ujar pakar hukum pidana, Indriyanto Seno Adji di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dikatakan, pilihan yang konstitusional dan memiliki legitimasi hukum saat ini hanya melalui uji materi di Mahkkamah Konstitusi (MK). Oleh karena itu, jauh lebih baik bila semua komponen masyarakat menunggu proses dan keputusan di MK yang bersifat final dan mengikat.

“Presiden memiliki diskresioner penuh untuk memutuskan bahwa jalur legitimasi melalui putusan MK adalah pilihan dengan legalitas yang sempurna,” ujar Indriyanto.

Selain itu, kata dia, bila Presiden menerbitkan perppu untuk membatalkan UU KPK, sehingga UU yang baru itu menjadi tidak sah, maka akan terjadi overlapping (tumpang tindih) dengan putusan MK nanti. Apalagi, bila akhirnya putusan MK nanti menolak permohonan uji materi, yang artinya tetap mengesahkan UU KPK yang baru.

“Itu artinya tidak ada kepastian hukum, karena ada tumpang tindih dan saling bertentangan mengenai polemik objek yang sama, yaitu UU KPK,” kata Indriyanto.

Dikataan, dalam hal ada pertentangan antara perppu dan putusan MK, maka perppu harus menundukkan diri kepada putusan yang final dan mengikat itu. Jadi, untuk menghindari adanya pertentangan tersebut, jalur utama dengan legitimasi konstitusional adalah menunggu putusan MK atas uji materi UU MK, yang sudah diajukan sejumlah mahasiswa.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Komnas HAM Minta Anak-anak Peserta Demonstrasi Tidak Diproses Hukum

Menurut Choirul, penanganan terhadap anak harus melalui mekanisme khusus demi hal terbaik untuk anak.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Batik Khazanah Peradaban, Tetap Eksis di Tengah Derasnya Industri Modern

Batik merupakan warisan budaya nenek moyang yang wajib dilestarikan.

NASIONAL | 2 Oktober 2019

Revisi UU KPK, Tunggu Keputusan Mahkamah Konstitusi

Masyarakat memiliki hak untuk mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

NASIONAL | 2 Oktober 2019

Pemindahan Ibu Kota Diharapkan Jadi Visi Baru Indonesia

Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur, diharapkan menjadi visi baru Indonesia, dengan konsep pembangunan yang holistik

NASIONAL | 2 Oktober 2019

Atasi Dampak Perubahan Iklim dengan Ketahanan Nasional

Dalam kurun 5 tahun terakhir ini, terdapat kejadian bencana terkait iklim ekstrem, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain.

NASIONAL | 2 Oktober 2019

Menteri Bambang Pastikan Konstruksi Ibu Kota Baru Tahun 2020

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan proses kontruksi bisa dimulai awal 2020 mendatang.

NASIONAL | 2 Oktober 2019

Suara Guru Beri Relevansi Model Pendidikan Era Industri 4.0

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) membuktikan bahwa kemajuan pendidikan bisa dimulai dari akar rumput, seperti yang diprakarsai oleh para guru di Sleman.

NASIONAL | 2 Oktober 2019

Kasus Garuda, KPK Perpanjang Masa Penahanan Pendiri PT MRA

Dengan demikian, Soetikno setidaknya bakal mendekam di sel tahanan hingga 4 November 2019.

NASIONAL | 2 Oktober 2019

Jokowi Hadiri Peringatan Hari Batik Nasional di Solo

Presiden Jokowi mengucapkan selamat hari batik dan terima kasih kepada semua pihak.

NASIONAL | 2 Oktober 2019

Jaksa Ingatkan Bupati Minahasa Selatan untuk Jujur

Ultimatum itu disampaikan jaksa lantaran Christiany Eugenia Tetty berulang kali menyampaikan keterangan yang berputar-putar.

NASIONAL | 2 Oktober 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS