Diduga Narkoba, 2 ASN Pemkab Rejang Lebong Diringkus Polisi

Diduga Narkoba, 2 ASN Pemkab Rejang Lebong Diringkus Polisi
ilustrasi narkoba. ( Foto: Dok )
Usmin / JEM Kamis, 3 Oktober 2019 | 15:14 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Dua oknun aparatur sipil negara (ASN) dilingkup Pemkab Rejang Lebong, Bengkulu, yakni AW (30) dan THW (35), diringkus anggota unit Narkoba Polres setempat karena diduga terlibat penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika, di Bengkulu, Rabu (2/10/2019) mengatakan, anggotanya telah mengamankan sebanyak 5 orang diduga melakukan penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah itu, 2 orang di antaranya merupakan ASN d Dinas Kesehatan Rejang Lebong.

Bahkan, oknum THW merupakan salah satu pejabat di Dinkes Rejang Lebong. Sedangkan 3 pelaku lainnya, yakni AL (35), LD (30) dan AH (56), merupakan masyarakat biasa dan semuanya warga Rejang Lebong.

"Tersangka dan barang bukti saat ini masih kita amankan di Mapolres Rejang Lebong, untuk kepentingan proses hukum selanjutnya. Hasil pemeriksaan tersangka akan kita kembangkan dilapangan guna meringkus pemasok barang haram kepada lima pengguna tersebut," ujar Kapolres.

Dijelaskan, tersangka THW paling pertama ditangkap anggota unit narkoba Polres Rejang Lebong. Oknum ASN Dinkes Rejang Lebong ini ditangkap, Sabtu (28/9/2019) malam, di kawasan Kelurahan Adirejo saat melakukan transaksi.

THW sendiri sudah sejak lama menjadi target Polres Rejang Lebong dan baru akhir September lalu berhasil diringkus setelah polisi mendapat informasi tersangka akan melakukan transaksi narkoba di kawasan Kelurahan Adirejo.

Informasi tersebut langsung ditindak lanjuti dengan mengerahkan anggota ke lokasi sasaran dan berhasil meringkus tersangka THW. Dari tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti satu paket sabu.

Selanjutnya petugas mengamankan tersangka TWA. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti 4 paket sabu. Saat petugas melakukan penggeledahan di rumah TWH ditemukan 3 orang tersangka lainya, yakni AL, LD dan AW.

Merasa curiga terhadap ketiga tersangka tersebut, kemudian polisi tidak mengizinkan mereka pulang dari rumah THW. Ketiga tersangka mengaku baru saja mengkonsumsi sabu secara bersama-sama di kediaman THW.

Selanjutnya mereka menjalani tes urine dan hasil positif mereka mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Para tersangka mengaku sabu yang mereka konsumsi didapat dari tersangka AH. Atas pengkuan ini, polisi langsung mengejar AH dan berhasil diringkus di kediamanya di kawasan Kelurahan Timbul Rejo.

Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit HP, 1 buah pipet alas hisab sabu dan sejumlah barang bukti lainnya, seperti dompet, uang tunai, dan sepeda motor.

Para tersangka dijerat atas pelanggaran pasal 114 dan 112 UU nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun penjara.



Sumber: Suara Pembaruan