Karhutla Ancam Hilangnya Tumbuhan dan Satwa Endemik
Logo BeritaSatu

Karhutla Ancam Hilangnya Tumbuhan dan Satwa Endemik

Jumat, 4 Oktober 2019 | 10:11 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan membawa dampak serius pada ekosistem dan keanekaragaman hayati.

"Tercatat 90 persen jumlah pohon per hektare atau mencapai 240 pohon mati akibat kebakaran hutan di Kalimantan pada tahun 1998, tetapi jumlah tersebut tentu saja bergantung kepada tingkat kebakarannya," kata Peneliti bidang ekologi lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Joeni Setijo Rahajoe di Jakarta, Jumat (4/10).

Dalam paparan tertulisnya, Joeni menambahkan, mengacu kejadian kebakaran hutan di tahun 1998 dan 2015, kebakaran hutan yang terjadi di tahun ini berpotensi menyebabkan 95 persen jenis tumbuhan terbakar dan mengalami kekeringan.

Lokasi yang terbakar menyebabkan terbukanya kondisi lahan sehingga menyebabkan lahan langsung terpapar matahari dan menurunkan fungsinya sebagai penyedia unsur hara bagi tumbuhan di atasnya untuk regenerasi hutan.

"Tingkat kebakaran yang besar juga berdampak hilangnya sumber sumber biji yang diharapkan akan tumbuh kembali di musim hujan dan menjadi sumber pengkayaan keanekaragaman hayati di wilayah tersebut," papar Joeni Setijo Rahajoe.

Setelah dua sampai tiga tahun, jenis paku-pakuan serta tumbuhan pionir lainnya mulai muncul di beberapa titik lokasi kebakaran hutan. Tumbuhan tersebut seperti tumih (Combretocarpus rotundatus), gerunggang (Cratoxylum arborescens (Vahl.), dan lainnya. Jenis tersebut merupakan jenis yang asli rawa gambut tergenang sampai cenderung kering dan berpasir kuarsa.

"Tunggul pohon yang terbakar belum memperlihatkan terubusnya, yang kemungkinan disebabkan tingginya tingkat kebakaran hutan," imbuh Joeni Setijo Rahajoe.

Dari catatan LIPI ada 9.956 jenis tumbuhan di Kalimantan dan jumlah endemik atau khas daerah itu mencapai 3.936 dan 8.931 jenis tumbuhan di Sumatera, dengan jumlah tumbuhan endemik 1.891.

Nilai total jenis tumbuhan di kedua pulau tersebut berkisar 43 sampai 53 persen dari total jenis tumbuhan yang tercatat di Indonesia. Sedangkan jumlah total fauna yang tercatat di Kalimantan sebesar 7.683 spesies dan di Sumatera sebanyak 4.546 spesies.

Tipe ekosistem wilayah Sumatera dan Kalimantan merentang dari ekosistem laut, air tawar, pantai, dan daratan. Daratan Kalimantan dan Sumatera sendiri terdiri dari berbagai jenis hutan seperti hutan gambut, kerangas, karst, endapan, rawa dan lainnya yang masing-masing mempunyai ciri khas.

Hutan yang umum dijumpai di Sumatera dan Kalimantan adalah hutan dataran rendah Dipterokarpa yang tumbuhan penyusunannya adalah jenis tumbuhan dari famili Dipterocarpacea seperti keruing (Dipterocarpus spp.), meranti (Shorea spp.), dan kamper (Dryobalanops spp.). Tipe hutan ini ditemukan hingga Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Saat ini tercatat sedikitnya 371 jenis Dipterocarpacea dengan konsentrasi persebaran tertinggi ada di Kalimantan. Joeni menyebut, sebanyak 50 persen atau 199 jenis Dipterocarpacea ditemukan di Kalimantan dan 103 jenis tersebar Sumatera. Marga tumbuhannya meliputi Anisoptera, Balanocarpus, Cotylelobium, Dipterocarpus, Dryobalanops, Hopea, Parashorea, Shorea, Upuna dan Vatica



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Kantongi 13 Gelar Akademik, Yenita Raih Rekor Muri

Yenita meraih penghargaan Muri atas rekor “Perempuan dengan Gelar Magister Terbanyak” karena memiliki 13 gelar akademik di berbagai bidang ilmu.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Anggota Kabinet Kerja Foto Bersama dan Salam-salaman

Seusai sidang kabinet kerja terakhir para menteri sempat berfoto bersama dan bersalaman satu sama lain.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Pemberhentian Sementara Dosen IPB Tunggu Surat Kepolisian

Basith disinyalir menyimpan bom molotov untuk digunakan memicu kerusuhan saat Aksi Mujahid 212, Sabtu (28/9/2019).

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Menristekdikti Nilai Perguruan Tinggi Harus Buka Dialog dengan Mahasiswa

Penolakan terhadap suatu undang-undang (UU) semestinya ditempuh melalui jalur konstitusional di Mahkamah Konstitusi (MK)

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Pengamat Salim Said Nilai Tippe Cocok Duduki Posisi Menhan

Alasannya, karena Letjen TNI (Purn) Prof. DR. Syarifudin Tippe, M.Si ini punya koneksi yang luas

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Puspitek Lahirkan 20 Startup Tiap Tahun

Tiap tahun insentif yang dikucurkan pada setiap PPBT untuk mengembangkan bisnisnya.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

1.724 Desa di Papua Belum Dialiri Listrik

Rasio elektrifikasi di Provinsi Papua dan Papua Barat masih relatif rendah, dari total 7.358 desa, masih ada 1.724 desa belum mendapat aliran listrik.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Forum Rektor Usul RUU KUHP Disosialisasikan Masif dan Terstruktur

"Kita tempatkan mahasiswa itu, setuju karena paham. Tidak setuju, juga karena paham. Jangan setuju dan tidak setuju karena tidak paham,” ujar Yos Johan.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Program Kartu Prakerja, Jokowi Anggarkan Rp 10 Triliun

Nantinya setiap bulan para pengangguran bakal digaji antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

NASIONAL | 3 Oktober 2019

Disebut Warganet Kakak Pembina Buzzer Jokowi, Ini Respons Moeldoko

"Terus terang saja saya enggak pernah pusing ditanya ada isu apa sekarang. Saya enggak banyak tahu, dikasih tahu sama yang lain,” ucap Moeldoko.

NASIONAL | 3 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS