Kasus Suap Impor Ikan, KPK Periksa Desmon dan Richard Alexander
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Suap Impor Ikan, KPK Periksa Desmon dan Richard Alexander

Jumat, 4 Oktober 2019 | 10:51 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa dua saksi penting kasus dugaan suap impor ikan tahun 2019 yang menjerat Direktur Utama Perum Perindo, Risyanto Suanda dan Direktur PT. Navy Arsa Sejahtera, Mujib Mustofa, Jumat (4/10/2019). Dua saksi penting itu, yakni Advisor Vice K-Value Managing Partner Cina Asia Limited, Desmond Previn dan seorang pihak swasta Richard Alexander Anthony.

"Mereka akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka MMU (Mujib Mustofa)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Kedua orang itu diduga mengetahui banyak hal mengenai sengkarut suap impor ikan yang menjerat Risyanto dan Mujib. Hal ini setidaknya tercermin dari langkah KPK yang meminta Ditjen Imigrasi Kemkumham untuk mencegah Desmon dan Richard Alexander bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung sejak 25 September 2019. "KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap dua orang tersebut terkait dugaan suap impor ikan tahun 2019," kata Febri beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, Risyanto diduga menerima suap dari Mujib agar PT Navy Arsa Sejahtera agar mendapat kuota impor ikan dengan total komitmen 750 ton. Padahal, PT Navy Arsa Sejahtera merupakan salah satu perusahaan importir ikan yang telah masuk blacklist sejak tahun 2009 karena melakukan impor ikan melebihi kuota. KPK menduga alokasi fee senilai Rp 1.300 untuk setiap kilogram Frozen Pacific Mackarel yang diimpor ke Indonesia.

Pembicaraan pengurusan kuota impor ikan ini berawal dari seorang mantan pegawai Perum Perindo yang mengenalkan Mujib dengan Risyanto. Pada Mei 2019, Mujib dan Risyanto kembali melakukan pertemuan yang menyepakati Mujib mendapat kuota impor ikan sebanyak 250 ton dari kuota impor Perum Perindo yang disetujui Kementerian Perdagangan (Kemdag). Dengan demikian meskipun kuota impor diberikan kepada Perum Perindo, pada kenyataannya yang melakukan impor adalah PT Navy Arsa Sejahtera.

Sebanyak 250 ton ikan yang diimpor oleh PT Navy Arsa Sejahtera kemudian dikarantina dan disimpan di cold storage milik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan Mujib, hal ini dilakukan untuk mengelabui otoritas yang berwenang agar seolah-olah yang mengimpor adalah Perum Perindo.

Tak sampai di situ, pada 16 September 2019, Mujib kembali bertemu dengan Risyanto di salah satu lounge hotel di Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Risyanto menanyakan kesanggupan Mujib menyiapkan kuota impor ikan tambahan sebesar 500 ton untuk Oktober 2019. Mujib Mustofa menyatakan kesanggupannya dan diminta oleh Risyanto Suanda untuk menyusun daftar kebutuhan impor ikan yang diinginkan.
Pada pertemuan itu juga, Risyanto menyampaikan permintaan uang sebesar USD 30.000 atau senilai sekitar Rp 400 juta kepada Mujib untuk keperluan pribadi. Risyanto meminta Mujib untuk menyerahkan uang tersebut melalui Adhi Susilo yang menunggu di lounge hotel yang sama.

Selanjutnya, pada 19 September 2019, Risyanto dan Mujib kembali melakukan pertemuan di salah satu cafe di Jakarta Selatan. Mujib menyampaikan daftar kebutuhan impor ikan kepada Risyanto dalam bentuk tabel berisi Informasi jenis ikan, jumlah dan komitmen fee yang akan diberikan kepada pihak Perum Perindo untuk setiap kilogram ikan impor. Komitmen fee yang disepakati adalah sebesar Rp1.300 per kilogram ikan. Tak hanya itu, KPK juga akan mendalami dugaan penerimaan sebelumnya dari perusahaan importir lain yaitu sebesar USD 30.000, SGD 30.000 dan SGD 50.000.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Masyarakat Papua Jangan Termakan Isu, Mari Jaga Persatuan

Ayorbaba mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat di tanah Papua agar tidak termakan isu-isu yang tidak benar, yang terus berkembang sampai hari ini.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

KPK Cecar Anak Anggota BPK Rizal Djalil soal Proyek Air Minum

KPK menetapkan Anggota BPK Rizal Djalil sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek SPAM di Kempupera.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Kasus Proyek BHS, KPK Periksa Petinggi PT Angkasa Pura II

Mulyadi bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS).

NASIONAL | 4 Oktober 2019

KPK Telusuri Aliran Dana Fee Kuota Impor Ikan Perum Perindo

Risyanto diduga menerima suap dari Mujib agar PT Navy Arsa Sejahtera mendapat kuota impor ikan dengan total komitmen 750 ton.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Malaysia Deportasi 71 TKI Bermasalah Lewat Entikong

Para Pekerja Migran Indonesia dideportasi karena tidak ada izin resmi untuk bekerja di Malaysia.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Jayawijaya Sudah Aman dan Kondusif

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto menegaskan TNI dan Polri memberikan jaminan keamanan untuk masyarakat bisa kembali beraktifitas.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Karhutla Ancam Hilangnya Tumbuhan dan Satwa Endemik

Kebakaran hutan yang terjadi di tahun ini berpotensi menyebabkan 95 persen jenis tumbuhan terbakar dan mengalami kekeringan.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Kantongi 13 Gelar Akademik, Yenita Raih Rekor Muri

Yenita meraih penghargaan Muri atas rekor “Perempuan dengan Gelar Magister Terbanyak” karena memiliki 13 gelar akademik di berbagai bidang ilmu.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Anggota Kabinet Kerja Foto Bersama dan Salam-salaman

Seusai sidang kabinet kerja terakhir para menteri sempat berfoto bersama dan bersalaman satu sama lain.

NASIONAL | 4 Oktober 2019

Pemberhentian Sementara Dosen IPB Tunggu Surat Kepolisian

Basith disinyalir menyimpan bom molotov untuk digunakan memicu kerusuhan saat Aksi Mujahid 212, Sabtu (28/9/2019).

NASIONAL | 4 Oktober 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS