Bali Recovery, Kemenpar Gelar Fam Trip untuk Pasar India

Bali Recovery, Kemenpar Gelar Fam Trip untuk Pasar India
Kegiatan Fam Trip yang digelar Kemenpar untuk menggaet turis India ke Bali.
/ BON Jumat, 4 Oktober 2019 | 16:15 WIB

Bali, Beritasatu.com - Kementerian Pariwisata telah melaksanakan kegiatan Familiarization Trip (Fam Trip) dalam rangka mendukung program Bali Recovery, 26-30 September 2019. Kegiatan ini melibatkan 22 travel agent dan tour operator (TA/TO), serta dua media.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, pascabencana erupsi Gunung Agung 2017 silam, geliat pariwisata di Bali menjadi lesu. Ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Tercatat, jumlah kunjungan wisman pada 2017 sebanyak 14,09 juta dari target 15 juta wisman. Dan pada 2018, jumlah kunjungan di angka 15,8 juta dari target 17 juta wisman.

“Jumlah kunjungan wisman dalam waktu dua tahun berturut-turut tersebut membuat Kemenpar harus ekstra dalam melakukan upaya-upaya pemulihan mengingat target capaian wisman pada 2019 adalah 20 juta,” ujarnya Rabu (25/9).

Ditambahkan Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenpar Sigit Witjaksono, Fam Trip adalah sinergi Kemenpar bersama Bali Tourism Board (BTB) untuk memulihkan citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang aman pasca erupsi Gunung Agung.

“Dengan adanya Fam Trip ini, kita berharap Indonesia mendapat exposure yang lebih baik lagi mengenai Bali. Sehingga, wisman India tidak ragu mengunjungi Bali dan target kunjungan wisman tercapai,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, Indonesia terutama Bali, masih menjadi daerah tujuan favorit bagi wisman India. Terutama pada masa libur sekolah periode Mei-Juni 2019, walaupun tidak ada direct flight yang menghubungkan India ke Indonesia.

“Memang tidak ada direct flight. Namun ada maskapai-maskapai yang memiliki banyak koneksi ke kota-kota di India. Tidak hanya di tier-1 cities, namun juga tier-2 dan tier-3 berkontribusi cukup signifikan dalam mendatangkan wisman India ke Indonesia,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, ada langkah-langkah yang akan dilakukan pihaknya untuk mendongkrak kunjungan wisman India ke Indonesia. Antara lain memperkuat kerja sama promosi dengan TA/TO India dan wholesaler India. Kemudian mempromosikan rute penerbangan langsung Air India yang direncanakan dibuka akhir Oktober 2019.

“Selain Fam Trip, kita juga menggelar sesi networking dan table top dengan travel agent di Bali. Saya rasa langkah ini tetap harus dijalankan, mengingat Bali memiliki banyak atraksi yang perlu dieksplor seperti Samsara Living Museum, Tirta Gangga, Saba Bay Winery, GWK, dan Uluwatu Temple,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com