Menristekdikti Minta Perguruan Tinggi Telusuri Rekam Jejak Para Dosen

Menristekdikti Minta Perguruan Tinggi Telusuri Rekam Jejak Para Dosen
Muhammad Nasir. ( Foto: Antara )
Vento Saudale / FMB Jumat, 4 Oktober 2019 | 20:20 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta seluruh perguruan tinggi melakukan penelusuran rekam jejak (profiling) terhadap para dosennya. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi agar para dosen tidak terpapar radikalisme dan intoleran seperti kasus yang menimpa dosen IPB, Abdul Basith.

"Saya ingatkan ini bukan hanya untuk IPB saja, tetapi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Semua para rektor saya minta melakukan profiling kepada semua dosen dan pegawai," kata Nasir, usai menghadiri peluncuran Gedung Science Techno Park (STP) IPB di Kota Bogor, Jumat (4/10/2019).

Datangkan Pembuat Bom Ikan, Ini Peran Oknum Dosen IPB

Dengan begitu, Nasir meyakini persoalan hukum yang tengah menjerat Abdul Basith tidak kembali terulang pada perguruan tinggi lainnya khususnya IPB sendiri.

"Kalau sudah ini (profiling) dilakukan dengan baik akan selesai urusannya. Karena itu dosen lain jangan sampai terpapar dengan radikalisme atau intoleran, apalagi pembuatan bom," ungkap Nasir.

Kasus Dosen IPB, Polri: Itu Bom, Bukan Molotov

Sementara, terkait status Abdul Basith kini sudah diberhentikan sementara sebagai dosen. Namun, tidak menutup kemungkinan pemberhentian itu dilakukan secara permanen jika nantinya Abdul Basith terbukti melakukan tindak pidana dengan hukuman di atas dua tahun penjara.

"Pak AB karena sudah berurusan dengan polisi maka saya minta dia diberhentikan sementara dari PNS. Kalau pidananya lebih dari dua tahun maka akan diberhentikan secara total," tutup Nasir.

Pemberhentian Sementara Dosen IPB Tunggu Surat Kepolisian



Sumber: BeritaSatu.com