Mendikbud Ajak Masyarakat Ramaikan PKN 2019

Mendikbud Ajak Masyarakat Ramaikan PKN 2019
Mendikbud Muhadjir Effendy mencoba permainan tradional saat menghadiri acara sosialisasi PKN 2019 pada Hari Bebas Berkendara di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (6/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Maria Fatima Bona )
Maria Fatima Bona / RSAT Senin, 7 Oktober 2019 | 09:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengajak masyarakat mendukung kemajuan kebudayaan Indonesia. Salah satunya dengan turut menghadiri Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019 yang berlangsung 7 – 13 Oktober di Istora Senayan Jakarta. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Masyarakat cukup mendaftarkan diri ke laman pkn.kebudayaan.id untuk mendapatkan tiket masuk.

"Saya menyerukan kepada warga dan masyarakat khususnya warga DKI Jakarta dan sekitarnya supaya beramai-rama menghadiri dan meramaikan Pekan Kebudayaan Nasional tahun ini," ujar Muhadjir saat menghadiri acara sosialisasi penyelenggaraan PKN 2019, di Hari Bebas Berkendara di  kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Muhadjir menyebutkan, PKN merupakan perwujudan amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Oleh karena itu, perhelatan ini menjadi rangkaian dari perwujudan strategi kebudayaan, yaitu memfasilitasi ruang ekspresi keberagaman budaya dan mendorong interaksi budaya guna memperkuat kebudayaan yang inklusif.

Muhadjir menambahkan PKN akan menjadi ajang tahunan mulai tahun depan, dan akan dilaksanakan secara berjenjang mulai tahap kabupaten/kota dilanjutkan provinsi, dan yang terbaik dipilih untuk tampil pada PKN. Pasalnya, PKN ini diharapkan dapat menjadi perhelatan internasional untuk mempromosikan budaya Indonesia seperti Festival Pasadena atau festival lainnya yang dilakukan oleh beberapa negara di Eropa.

"Nanti akan menjadi event setingkat Festival Pasadena, dan juga di beberapa negara Eropa yang sudah membangun tradisi ini," ujarnya.

Oleh karena itu, Muhadjir berharap keterlibatan dari masyarakat, khususnya agen-agen biro perjalanan untuk turut serta meramaikan PKN. "Saya mohon agen biro perjalanan supaya sudah mengagendakan kegiatan ini sebagai bagian dari tujuan destinasi Indonesia yang ditawarkan pada turis mancanegara," ujarnya.

Ketika ditanya tentang anggaran, mantan rektor Universitas Muhamadiyah Malang(UMM) ini menuturkan, pemerintah telah menyepakati penyelenggaraan PKN ini dalam APBN tahunan mulai 2020 dengan total anggaran Rp 1 triliun. Sedangkan untuk 2019, pemerintah telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebudayaan kepada masing-masing daerah.

"Kita mulai mengumpulkan dana perwalian Dana Abadi Kebudayaan dengan target lima tahun ke depan bisa mencapai Rp10 triliun, sehingga tiap tahun kita masukkan APBN paling tidak Rp 1 triliun, tahun ini baru dimulai,” ujarnya.

Muhadjir menjelaskan, alokasi dana abadi kebudayaan bertujuan untuk menyelesaikan kendala mekanisme pengelolaan keuangan untuk kegiatan komunitas budaya. Harapannya, lanjut Muhadjir, para seniman, budayawan, dan para pegiat kebudayaan akan mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam aspek pembiayaannya untuk berkontribusi pada perhelatan kebudayaan.

Sementara itu, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemdikbud) Hilmar Farid mengatakan, PKN 2019 ini mengabiskan anggaran senilai Rp 25 miliar. Lanjut dia, keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dari penyelenggaraan PKN 2019.

Hilmar menyebutkan, PKN menjadi ajang yang tepat untuk menghimpun keterlibatan dari masing-masing stakeholder, di antaranya pemerintah daerah, dan komunitas di bidang kebudayaan.

"Sekarang yang paling penting keterlibatan dari banyak pihak karena stakeholder-nya dari pemerintah daerah, komunitas. Jadi, ini momen untuk mengumpulkan semuanya, dan berharap di tahun ini merumuskan akan seperti apa kelembagaannya," terangnya.



Sumber: Suara Pembaruan