Wapres: Hunian Tetap di Sulteng Harus Selesai Akhir 2020

Wapres: Hunian Tetap di Sulteng Harus Selesai Akhir 2020
Ilustrasi hunian sementara. ( Foto: Antara )
John Lory / LES Selasa, 8 Oktober 2019 | 12:11 WIB

Palu, Beritasatu.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menegaskan, pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) harus selesai pada akhir 2020. Selain itu, hak guna bangunan (HGB) yang habis kontraknya seperti di wilayah Kelurahan Tondo tidak akan diperpanjang. dan akan diambil alih negara untuk menjadi pembangunan huntap.

Hal itu diungkapkan JK seusai memimpin rapat terbatas percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kantor Gubernur Sulteng, Kota Palu, Senin (7/10/2019). Ia menjelaskan, luas lahan yang sudah selesai sekitar 105 hektare (ha) dari kebutuhan 228 ha untuk dua lokasi pembangunan huntap di Palu, yaitu Tondo dan Duyu.

“Permasalahan yang belum terselesaikan selama proses penanganan pascabencana harus dituntaskan. Seperti masalah lahan yang berstatus HGB dipastikan untuk membangun hunian tetap dan fasilitas pendukungnya,” tutur JK.

JK juga meminta, korban bencana yang masih tinggal di tenda pengungsian agar segera pindah ke hunian sementara (huntara) sambil menunggu penyelesaian huntap. “Ada 500 unit huntara kosong, segera diisi untuk yang masih tinggal di tenda pengungsian,” papar JK.

Gubernur Sulteng Longki Djanggola yang mendampingi Wapres menerangkan, tanah yang sudah bebas dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan huntap bagi korban bencana Palu yang terletak di Kelurahan Tondo dan Talise sekitar 105 ha. “Di atas tanah itu nantinya akan dibangun huntap lebih dari 2.000 unit, lengkap dengan fasilitas sosial dan fasilitas umum bagi para korban bencana yang kehilangan tempat tinggal maupun yang rumahnya berada di zona merah bencana.” Kata Longki.

Longki berharap, para pengungsi yang masih tetap bertahan di tenda-tenda pengungsian agar dapat pindah dan menghuni huntara hingga hunian tetap (huntap) untuk mereka yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan rampung 100% pada 2020 nanti.



Sumber: Suara Pembaruan