ADB: Kemacetan di Bandung Melebihi Jakarta
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

ADB: Kemacetan di Bandung Melebihi Jakarta

Selasa, 8 Oktober 2019 | 12:15 WIB
Oleh : Adi Marsiela / LES

Bandung, Beritasatu.com - Beberapa hari belakangan Kota Bandung jadi sorotan terkait kemacetan. Isu ini jadi perhatian publik pascaterbitnya laporan Asian Development Bank (ADB) yang menempatkan, Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini berada pada posisi 14 dari 278 kota yang diteliti. Bandung dinilai lebih macet dibandingkan Mumbai, Chennai, Jakarta, Singapura, Karachi, Surabaya, dan Hong Kong.

Laporan ADB menyebutkan, pada 278 kota yang diteliti, rata-rata kemacetan di seluruh kota adalah 1,24 yang artinya rata-rata 24% lebih banyak waktu diperlukan untuk melakukan perjalanan di jam-jam sibuk daripada di luar jam-jam sibuk. Kemacetan lebih parah terpantau di kota-kota besar. Rata-ratanya mencapai 1,51 untuk 24 kota dengan catatan populasinya pada tahun 2016 di atas 5 juta orang. Posisi Bandung yang menempati urutan 14 tampak pada tabel kemacetan relatif kota-kota dengan penduduk lebih dari lima juta jiwa.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2018, jumlah penduduk Bandung sedikitnya mencapai 2,5 juta orang. Ada perbedaan jumlah penduduk antara laporan ADB dengan BPS. Bisa jadi, pencatatan penduduk versi ADB mengacu pada penduduk di wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, serta Kabupaten Bandung Barat.

Dalam riset ini, ADB menggunakan gambar lampu malam hari dari National Oceanic and Atmospheric Administration yang diakses 1 April 2017 dan 10 Agustus 2018, data populasi kisi dari LandScan Datasets dari Oak Ridge National Laboratory yang diakses pada 31 Agustus 2017 dan 31 Agustus 2018, serta catatan perjalanan dari Google Maps yang diakses pada 19 Maret 2019 lalu.

“Kota Bandung ini jumlah penduduknya 3,7 juta di siang hari, kalau di malam hari 2,5 juta. Jadi ada 1,2 juta penduduk luar Kota Bandung yang beraktivitas di Kota Bandung. Sehingga kemacetan jadi satu hal yang akan terjadi,” kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Bandung, Senin (7/10/2019).

Melihat kondisi tersebut, ungkap Yana, kemacetan menjadi sebuah keniscayaan. Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial menyatakan, pihaknya membutuhkan setidaknya lima infrastruktur jalan layang (flyover) guna mengatasi kemacetan di kotanya. Dua di antaranya, menghubungkan Jalan Jakarta-Jalan Supratman dan Jalan Pelajar Pejuang-Jalan Laswi sudah dilakukan peletakan batu pertamanya memanfaatkan bantuan dari Provinsi Jawa Barat pada Selasa, 3 September 2019.
Setelah dua proyek itu selesai, Oded berharap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mau membantu pengadaan proyek serupa di titik lainnya seperti di Jalan Andir dan Jalan Kopo di Kota Bandung. Upaya lainnya, sambung Yana, adalah dengan membangun transportasi massal berbasis kereta tanpa rel.

“Jadi di jalan. Dalam waktu dekat ketemu pak wali, pak direktur utama (PT Kereta Api Indonesia) membahas transportasi. Terobosan (jangka pendek) yang paling rasional, rekayasa lalu lintas. Tidak memerlukan biaya tapi harus ada kajian baik dan benar,” tambah Yana.

Tidak Detail
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Ricky Gustiadi menilai, survei yang dilakukan ADB tidak dilakukan secara detail. Survei tersebut hanya melihat ketersediaan transportasi publik tanpa melihat faktor lainnya.

“Kajian dari ADB indikator parameter variabel yang dibandingkan hanya dominan ketersediaan angkutan masal. Tapi indikator level of service, waktu tundaan, panjang antrian, waktu tempuh, konsumsi bahan bakar dan pengurangan polutan gas buang tidak dilakukan survei,” katanya.

Meski begitu, pihaknya akan tetap berupaya mendorong masyarakat agar mau beralih menggunakan transportasi publik. Karena berdasarkan target kinerja Dishub Bandung dalam RPJMD 2018-2023 harus mampu meningkatkan jumlah pengguna transportasi publik. "Dishub Bandung dalam RPJMD dan Renstra target kinerja untuk 2018-2023 harus mencapai 25 persen menggunakan angkutan umum dari seluruh masyarakat Kota Bandung dalam melakukan mobilitas," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Tiba di Gedung KPK, Bupati Kolaka Timur Bungkam

Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur memilih bungkam saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/9/2021). Andi Merya diketahui ditangkap KPK dalam OTT kemarin.

NASIONAL | 22 September 2021

Jika Muncul Klaster Covid-19, Gibran Akan Tutup Sekolah

Gibran Rakabuming Raka memastikan akan langsung menutup sekolah jika muncul klaster Covid-19 akibat kegiatan pembelajaran tatap muka.

NASIONAL | 22 September 2021

Nadiem Belajar dan Dengar Curhat Orang Rimba

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mendengarkan curhat dari anak-anak Orang Rimba Suku Anak Dalam, Selasa (21/9/2021).

NASIONAL | 22 September 2021

Tinjau Vaksinasi Merdeka, Jokowi Minta Mahasiswa Gerakkan Masyarakat Ikut Vaksinasi

Presiden Jokowi meninjau pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Kampus IPB. Jokowi meminta mahasiswa turut menggerakan masyarakat agar mau divaksin.

NASIONAL | 22 September 2021

Tangkap Bupati Kolaka Timur, KPK Juga Sita Uang

KPK menangkap Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur dan sejumlah pihak dalam OTT Selasa (21/9/2021). Tak hanya menangkap Andi Merya, KPK juga menyita uang.

NASIONAL | 22 September 2021

Jokowi Tegaskan Keseriusan Berantas Mafia Tanah

Jokowi menyatakan keseriusannya untuk memberantas mafia tanah di berbagai daerah di Tanah Air.

NASIONAL | 22 September 2021

Pemerintah Tetapkan 16 Hari Libur Nasional Tahun 2022

Penetapan libur nasional dan cuti bersama berdasarkan hasil evaluasi selama dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19.

NASIONAL | 22 September 2021

Standardisasi Penting bagi Penjaminan Mutu Sistem Pendidikan Nasional

Pengelolaan pendidikan nasional sejatinya tetap membutuhkan standar yang jelas dan terukur, tidak hanya tertib administrasi, melainkan juga pada perbaikan mutu.

NASIONAL | 22 September 2021

Gelar Workshop, BPK Samakan Pemahaman Konsep Foresight

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sedang dalam proses finalisasi untuk menyelesaikan Foresight BPK pertama.

NASIONAL | 22 September 2021

Diisolasi, Irjen Napoleon Hanya Boleh Keluar Sel untuk Kepentingan Penyidikan

Bareskrim Polri mengisolasi Irjen Napoleon Bonaparte yang diduga menganiaya M Kace. Napoleon hanya boleh keluar sel isolasi untuk kepentingan penyidikan.

NASIONAL | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Data Kasus Positif Kumulatif dan Suspek Covid-19 sampai 22 September 2021

Data Kasus Positif Kumulatif dan Suspek Covid-19 sampai 22 September 2021

BERITA GRAFIK | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings