PLTA Batang Toru Setara 12 Juta Pohon
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PLTA Batang Toru Setara 12 Juta Pohon

Selasa, 8 Oktober 2019 | 14:47 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / ALD

Jakarta, Beritasatu.com - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, merupakan bagian dari implementasi komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris di COP 21 pada 2015. Kehadiran pembangkit energi bersih berkapasitas 510 megawatt (MW) itu akan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekitar 1,6 juta ton CO2 per tahun, atau setara dengan 12,3 juta pohon.

Perhitungan ini merujuk pada pengalaman pengoperasian PLTA Asahan 1 yang berada di Toba Samosir, Sumatera Utara. Pembangkit tersebut pernah mendapatkan kredit karbon melalui Clean Development Mechanism (Kyoto Protocol) di 2011. PLTA Asahan 1 menggunakan Grid Carbon Emission Factor sebesar 0,873. Apabila diasumsikan bahwa minimal PLTA Batang Toru mendapatkan CEF sama dengan PLTA Asahan 1 maka besarnya pengurangan emisi karbon adalah 0,873 x 2.124.000 = 1.550.520 atau lebih kurang 1,6 juta ton/tahun.

Pengurangan emisi karbon 1,6 juta ton/tahun atau setara kemampuan 12,3 juta pohon Saga menyerap emisi karbon sangat penting saat ini dan ke depan bumi menghadapi ancaman besar berupa perubahan iklim, yang dapat mengakibatkan kepunahan peradaban manusia. Penyebab utamanya adalah peningkatan emisi karbon.

Peningkatan emisi karbon (C02) berdampak buruk karena memerangkap panas sinar matahari. Akibatnya, suhu bumi naik sehingga terjadi pemanasan global dan iklim pun berubah.

Perubahan iklim mengakibatkan cuaca menjadi lebih ekstrem, dan peningkatan temperatur di bumi. Ini dampaknya antara lain kemarau menjadi lebih panjang, curah hujan menjadi lebih tinggi, badai lebih sering terjadi, banjir ekstrem, kenaikan permukaan dan suhu air laut.

Peningkatan suhu dan permukaan laut menyebabkan yang akan terkena dampak paling besar adalah wilayah pesisir pantai dan negara-negara kepulauan. Tentu saja ribuan pulau kecil dan wilayah pesisir pantai yang dimiliki Indonesia akan tenggelam dampak dari perubahan iklim tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan sekarang perubahan iklim telah memengaruhi setiap negara di setiap benua. Ini mengganggu ekonomi nasional dan memengaruhi kehidupan, merugikan banyak orang, masyarakat, dan negara pada hari ini dan bahkan lebih banyak lagi pada masa depan.

Communications and External Affairs Director PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Firman Taufick mengatakan, proyek ini termasuk bagian dari upaya nasional untuk mengurangi emisi karbon. “Kalau PLTA diberhentikan sama saja menebang 12 juta pohon,” kata Firman dalam jumpa media di Jakarta, Minggu (22/9/2019).

Energi Bersih
Selama ini salah satu sumber terbesar peningkatan emisi karbon di muka bumi berasal dari sektor energi. Sejak ratusan tahun lalu manusia terus menerus melepaskan CO2 ke atmosfer dari pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil, seperti batu bara, gas bumi, dan minyak bumi.

Kini hampir semua negara termasuk Indonesia telah mulai memanfaatkan energi terbarukan sebagai pengganti energi fosil yang, dari sisi proses maupun penggunaannya, telah merusak lingkungan hidup serta memicu terjadinya perubahan iklim.
Firman Taufick mengatakan, sebagai upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dari sektor energi, Indonesia menghadirkan energi terbarukan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

“PLTA Batang Toru merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Pemerintah RI dalam Paris Agreement untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29% dengan usaha sendiri pada 2030.” kata Firman.

Komitmen tersebut telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui UU No 16/2016 Tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change (Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim).

PLTA Batang Toru dibangun untuk menggantikan peran pembangkit listrik tenaga diesel yang berbahan bakar fosil pada saat beban puncak di Sumatera Utara. Dengan memakai energi air, PLTA Batang Toru juga akan berkontribusi terhadap penghematan devisa sebesar US$ 400 juta/tahun karena tidak perlu lagi mengimpor bahan bakar diesel (fuel cost avoidance).

Pemakaian energi air untuk pembangkit listrik maka otomatis PLTA Batang Toru secara fundamental akan mempertahankan dan selalu berkomitmen untuk menjalankan program kelestarian kawasan Ekosistem Batang Toru yang menghasilkan air sebagai bahan baku operasinya. Karena itu, PLTA Batang Toru peduli program konservasi termasuk satwa liar seperti orangutan yang ada di dalamnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Edukasi Lingkungan Allianz Indonesia Lewat Aksi World Cleanup Day 2021

Partisipasi pada World Cleanup Day 2021 merupakan kelanjutan komitmen, dan kepedulian Allianz Indonesia terhadap lingkungan.

NASIONAL | 24 September 2021

Terima 19.752 Aduan Masalah P3K, Ini Rekomendasi PGRI untuk Pemerintah

PGRI berharap pemerintah melakukan revisi terhadap peraturan rekrutmen P3K sebagai solusi untuk mengatasi darurat kekurangan guru.

NASIONAL | 24 September 2021

Kasus Napoleon Aniaya Kace, Kompolnas: Tak Boleh Lagi Ada Kekerasan di Ruang Tahanan

Dikatakan Poengky, lebih disayangkan lagi pelakunya diduga oknum anggota Polri aktif berpangkat jenderal.

NASIONAL | 24 September 2021

Sandiaga Uno Bertemu Tokoh Masyarakat Adat Papua Bahas KBMAP IV

Pada pertemuan terbatas tersebut Sandiaga Uno mendengarkan aspirasi dan masukan dari tokoh masyarakat adat Papua.

NASIONAL | 24 September 2021

BMKG Sajikan Informasi Cuaca di Seluruh Klaster Pertandingan PON Papua

Terlebih penyelenggaraan PON XX 2021 sendiri bertepatan dengan kalender musim penghujan Indonesia.

NASIONAL | 24 September 2021

Eks Dirut Sarana Jaya Segera Diadili Kasus Korupsi Tanah Munjul

Mantan Direktur Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan bakal segera diadili atas kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul.

NASIONAL | 24 September 2021

Sekjen Kemdes Hadiri Pembukaan ToT P3PD Tahap 1

Menurut Sekjen Kemdes PDTT Taufik Madjid, pandemi tidak boleh menjadi penghalang untuk Kemdes PDTT menjalankan tugas dan fungsinya.

NASIONAL | 24 September 2021

Danamon Gelar Vaksinasi Tahap Dua untuk Pedagang Pasar Sleman

Danamon percaya, pasar membutuhkan perhatian khusus untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 24 September 2021

Bantu Penanganan Sampah, Nestle Indonesia Resmikan RPM

Pembangunan RPM tersebut merupakan salah satu rangkaian dari inisiatif Nestle Indonesia melalui program Kebagusan Bijak Kelola Sampah.

NASIONAL | 24 September 2021

Waspadai 27 Wilayah Ini Akan Dilanda Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di 27 wilayah di Tanah Air pada hari Jumat (24/9/2021).

NASIONAL | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Bentuk Anak Usaha Baru, Bali Bintang Sejahtera Garap Bisnis Teknologi

Bentuk Anak Usaha Baru, Bali Bintang Sejahtera Garap Bisnis Teknologi

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings