Hujan Belum Mampu Padamkan Karhutla di Jambi

Hujan Belum Mampu Padamkan Karhutla di Jambi
Kawasan Hutan Lindung Gambut Londerang, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi yang kritis akibat kebakaran hutan dan lahan tahun 2015 kini terbakar kemali. Sekitar 90% dari 12.500 hektare hutan lindung gambut yang kini dikelola Restorasi Ekosistem (RE) World Wildlife Fund (WWF) Indonesia itu hangus terbakar selama kemarau tiga bulan terakhir atau sejak Juli-September 2019. ( Foto: Istimewa )
Radesman Saragih / JEM Selasa, 8 Oktober 2019 | 15:09 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Kendati hujan sudah turun dalam beberapa hari terakhir, namun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi masih terjadi .Titik-titik api belum padam total antara lain di Kabupaten Merangin, Sarolangun, dan Muarojambi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin, Akmal Zen menyatakan pihaknya terus memantau masih adanya puluhan titik api di daerah itu. Sebagian titik api tersebut sudah padam berkat turunnya hujan.

“Titik api yang belum seluruhnya padam total di Merangin sebagian berada di lahan gambut dan sulit dijangkau. Mudah-mudahan hujan masih terus turun di Merangin hingga beberapa hari ke depan supaya seluruh karhutla di Merangin bisa padam,”katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Addi Setiadi di Jambi, Selasa (8/10/2019) mengatakan, berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, sebanyak 10 titik api masih terpantau di Provinsi Jambi, Senin (7/10/2019). Sebanyak empat titik api tersebut berada di Kabupaten Merangin dan selebihnya terdapat di Kabupaten Muarojambi dan Sarolangun.

Menurut Addi Setiadi, karhutla di Jambi bisa padam total sepekan mendatang sebab diperkirakan hujan masih turun di daerah itu. Jika hujan turun secara merat, kebakaran di lahan gambut di beberapa kabupaten akan padam.

“Hujan dengan intensitas sedang masih akan turun di Jambi hingga tiga hari ke depan. Jika hujan tersebut turun juga di daerah-daerah yang saat ini terjadi karhutla, maka titik api di lokasi karhutla juga akan padam,”katanya.

Pantauan SP di Kota Jambi, Selasa (8/10/2019) pagi, asap masih menyelimuti kota tersebut. Namun asap tampak sangat tipis dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun penerbangan. Asap yang menyelimuti Kota Jambi tersebut menipis dibandingkan kondisi Senin (7/10/2019) petang.

Kualitas udara di Kota Jambi pun semakin membaik. Berdasarkan data alat pemantau kualitas udara di Kota Jambi, Selasa (8/10/2019) pagi, indeks standar pencemaran udara (ISPU) di kota itu mencapai 60 parameter per million (ppm) atau kualitas udara masuk kategori sedang.

Sementara itu korporasi di Jambi yang diproses hukum terkait karhutla bertambah dari dua menjadi empat. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tebo mulai diperiksa terkait karhutla.

Ketiga perusahaan tersebut, PT Alam Bukit Tigapuluh (ABT) dan PT Makin dan PT Sekona. Lahan PT ABT yang terbakar mencapai 140 hektare (ha), PT Makin (40 ha) dan PT Sekona (30 ha).

“Lahan PT ABT sudah disegel Polres Tebo. Sedangkan penyegelan lahan PT Makin danPT Sekona segera dilakukan setelah dilakukan penyelidikan lanjutan,”katanya.

Sebelumnya, lanjut Kuswahyudi Tresnadi, Polda Jambi sudah melakukan proses hukum terhadap dua perusahaan sawit terkait karhutla di Kabupaten Muarojambi, yakni PT MAS dan DSSP. Lahan kedua perusahaan yang terbakar mencapai 1.544,74 hektare (ha).Unsur pimpinan kedua perusahaan tersebut sidah diperiksa. Namun belum ada unsur pimpinan perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Total tersangka kasus karhutla yang kini ditahan kepolisian di Jambi sebanyak 41 orang perorangan dan dua korporasi. Sebagian kasus karhutla tersebut segera dilimpahkan ke kejaksaan,”katanya.



Sumber: Suara Pembaruan