Untuk Jadi Guru, Sarjana Wajib Kantongi Sertifikat Profesi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Untuk Jadi Guru, Sarjana Wajib Kantongi Sertifikat Profesi

Selasa, 8 Oktober 2019 | 14:00 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) 2018, secara total jumlah guru nasional sebanyak 3.010.545 orang. Mereka tersebar di sekolah negeri sebanyak 2.078.064 guru, dan di sekolah swasta sebanyak 932.481 guru.

Namun, dari total keseluruhan guru tersebut, hanya 1.374.240 guru yang telah bersertifikat. Sementara sisanya sebanyak 1.636.305 guru belum bersertifikat. Untuk menangani masalah ini, pemerintah akan menghadirkan skema pendidikan profesi guru (PPG) prajabatan mandiri. Sebelum jadi guru, para sarjana pendidikan harus mengantongi sertifikat terlebih dahulu. Dengan begitu, program ini akan setara dengan program profesi lainnya seperti dokter, notaris, maupun advokat.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ismunandar mengatakan, dalam Undang-Undang Guru dan Dosen, yang berhak mengajar adalah guru yang telah mengantongi sertifikasi. Selama ini, untuk mensertifikasi semua guru, pemerintah masih melakukan PPG kepada para guru dalam jabatan.

“Harapan kami, mendatang pengangkatan guru harus (dilakukan kepada yang) sudah ada sertifikasi profesi, sehingga ke depan enggak ada lagi PPG dalam jabatan,” ucap Ismunandar kepada SP, Senin (7/10/2019) malam.

Ismunandar menambahkan, PPG prajabatan mandiri ini bertujuan untuk mengantisipasi agar mendatang, salah satu syarat proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk formasi guru adalah harus mengantongi sertifikasi profesi. Dengan begitu, guru dalam jabatan tidak lagi menjalankan PPG sehingga guru dapat meningkatkan profesionalismenya.

Ismunandar menyebutkan, PPG prajabatan mandiri gelombang pertama ini akan diadakan di 63 perguruan tinggi yang memiliki Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang telah teruji dan selama ini menjalankan PPG dalam jabatan.

Adapun kuota yang sediakan sebanyak.12.225 kursi. Menurut Ismunandar, kuota PPG mandiri ini disediakan Kemristekdikti untuk lulusan sarjana yang belum mengajar untuk meraih sertifikasi profesi.

“Nanti dari kuota yang diberikan ini, Kemristekdikti melihat perkembangannya seperti apa. Pengawasan lainnya ini dilakukan oleh lembaga nasional LPTK. Mereka yang melaporkan hasil kepada Kemristekdikti. Kami tidak bisa melakukan pengawasan sedetail mungkin karena itu merupakan tugas perguruan tinggi penyelenggara,” terangnya.

Terkait dengan biaya, Ismunandar menuturkan, besaran pembiayaan sepenuhnya diserahkan kembali kepada panitia LPTK nasional. Kendati demikian, Ismunandar meyakini, pembiayaan PPG prajabatan mandiri ini tidak mahal. Bahkan, Direktur Pembelajaran, Dijten Belmawa Kemristekdikti, Paristiyanti Nurwardani menyebutkan, besaran biaya berkisar dari Rp 7,5 juta sampai Rp 9,5 juta per semester. Dia juga menyebutkan, gelombang pertama akan dimulai awal Januari 2020.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BMKG: Hujan Lebat dan Petir Berpotensi Landa Sejumlah Daerah di Indonesia

BMKG memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi melanda sejumlah daerah di Indonesia.

NASIONAL | 26 September 2021

Cegah Radikalisme, Literasi Perdamaian Perlu Terus Digaungkan di Kalangan Pemuda

Beberapa teroris berasal dari Pasuruan dan sekitarnya, sehingga perlu peningkatan literasi perdamaian masyarakat, khususnya pemuda dan mahasiswa.

NASIONAL | 26 September 2021

Anggota Brimob Gugur dalam Kontak Tembak di Kiwirok

Memang benar ada anggota yang meninggal dalam baku tembak dengan KKB di Kiwirok.

NASIONAL | 26 September 2021

Soal Bakamla, Mantan Kabais Sebut Legislator Gagal Paham

Menurut Soleman B Ponto banyak pihak yang tidak memahami keberadaan serta fungsi dari Bakamla.

NASIONAL | 26 September 2021

Satgas Nemangkawi Akan Lakukan Penegakan Hukum terhadap KKB di Kiwirok

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan personel Satgas Nemangkawi yang ditugaskan ke Kiwirok akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB

NASIONAL | 25 September 2021

Prihatin Azis Syamsuddin Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, PSI: Menyedihkan

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) prihatin terhadap ditetapkannya Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka.

NASIONAL | 25 September 2021

Bupati Pegunungan Bintang Dampingi Nakes Gerald Sokoy ke Sentani

Bupati Pegunungan Bintang (Pegbin) Spei Yan Bidana, mendampingi tenaga kesehatan (nakes) Gerald Sokoy yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kiwirok ke Sentani

NASIONAL | 25 September 2021

Sepekan, Gunung Merapi Luncurkan 141 Guguran Lava

Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 141 kali selama sepekan, 17-23 September 2021.

NASIONAL | 25 September 2021

Jokowi Unggah Video Kisah Mantan Sopirnya Suliadi di Solo

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan video mengenai kisah mantan sopirnya di Solo, Jawa Tengah, Suliadi

NASIONAL | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Timnas Brasil


# Kripto


# Pembakaran Mimbar Masjid



TERKINI
Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB

Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB

DUNIA | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings