Deteksi Kerusuhan Lanjutan di Wamena, Polisi Siagakan 6.000 Personel

Deteksi Kerusuhan Lanjutan di Wamena, Polisi Siagakan 6.000 Personel
Pengungsi korban konflik di Wamena turun dari pesawat setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019. ( Foto: Antara / Akbar Nugroho Gumay )
Aichi Halik / AHL Selasa, 8 Oktober 2019 | 16:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mendeteksi adanya rencana aksi kerusuhan lanjutan di Wamena, Papua.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan, sebanyak 6.000 anggota kepolisian masih berjaga di Wamena, untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa yang bisa berujung ricuh di wilayah tersebut.

"Kita memberikan jaminan keamanan di Wamena, untuk itu sebanyak 6000 personel masih ada di Papua untuk mengamankan karena kita menduga masih akan ada aksi-aksi yang kemungkinan merencanakan kerusuhan," kata Asep kepada pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Asep mengungkapkan bahwa kerusuhan di Wamena terjadi akibat didalangi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

"Peristiwa kerusuhan ini sudah jelas didalangi tiga kelompok yaitu KNPB, KKB dan ULMWP. Kita masih menduga dan mendeteksi akan ada aksi kerusuhan selanjutnya. Seluruh aparat keamanan di Papua, baik TNI dan Polri bersiaga dan beri jaminan keamanan ke masyarakat Papua, khususnya di Wamena," ujar Asep.

Polisi telah menetapkan sebanyak 13 orang sebagai tersangka dalam peristiwa kerusuhan di Wamena beberapa hari lalu. Sebanyak 10 orang telah ditahan dan tiga lainnya masuk dalam daftar pencarian orang.

Mereka yang ditahan adalah DM (19), RW (18), AU (16), RA (16), AK (19), DC (32), YP (22), ES (27), NT (27) dan SK (40). Beberapa orang diantaranya adalah pelajar seperti siswa SMA atau SMK. Sementara untuk ketiga buronan itu adalah YA, P dan MH.

 



Sumber: BeritaSatu TV