Kemhub Bangun Koridor Bus Rapid Transit di Lima Kota

Kemhub Bangun Koridor Bus Rapid Transit di Lima Kota
Ilustrasi bus rapid transit.
Thresa Sandra Desfika / FER Selasa, 8 Oktober 2019 | 16:48 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menjalin kerja sama dengan pemerintah Swiss dan Jerman untuk membangun koridor bus rapid transit (BRT) senilai 21 juta euro di lima kota yang menjadi proyek percontohan. Adapun kelima kota tersebut, yaitu Bandung, Semarang, Pekanbaru, Batam, dan Makassar.

Kesepakatan pembangunan koridor BRT ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kemhub dan 5 pemerintah kota yang menjadi proyek percontohan yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Baca Juga: Transjakarta, Oasis di Tengah Kemacetan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub, Budi Setiyadi menjelaskan, anggaran proyek percontohan pengembangan koridor BRT di 5 kota ini bersumber dari dana hibah Pemerintah Swiss dan Jerman senilai 21 juta euro. Proyek tersebut diharapkan meningkatkan kualitas dan kapasitas angkutan umum di kota-kota yang menjadi proyek percontohan.

"Program ini adalah bantuan dari pemerintah Jerman dan Swiss. Banyak yang diberikan, selain kajiannya, juga dananya. Kalau kotanya yang jadi proyek percontohan adalah Bandung, Semarang, Makassar, Batam, dan Pekanbaru," ungkap Budi Setiyadi.

Budi Setiyadi menambahkan, peningkatan kualitas dan kapasitas angkutan umum perlu dilakukan guna mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga bisa mengurai kemacetan. "Selain itu, menyangkut kualitas udara atau polusi udara atau menyangkut efek rumah kaca. Ini juga akan berpengaruh positif dengan peningkatan kualitas dan kapasitas angkutan umum," imbuh Budi Setiyadi.

Baca Juga: Transpatriot Tambah Dua Rute Baru

Menurut Budi Setiyadi, program koridor BRT di 5 kota yang bekerja sama dengan Jerman dan Swiss ini akan mendampingi proyek buy the service yang diinisiasi Kemhub.

"Program ini adalah menyertai skema yang kita buat juga untuk 5 kota besar dengan buy the service. Sebetulnya, untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas angkutan umum, kita sudah sekitar berapa tahun lalu memang komitmen dan konsisten," imbuh Budi Setiyadi.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya menyambut baik atas rencana pengembangan koridor BRT yang akan dilakukan Kemenhub bersama Pemerintah Jerman dan Swiss.

"Penyebab utama kemacetan adalah tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas angkutan umum," kata Ridwan Kamil.

Baca Juga: Konektivitas Transportasi Tingkatkan Nilai Investasi Properti

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan Kemhub, Ahmad Yani menerangkan, program ini bertajuk Sustainable Urban Transport Programme Indonesian (Sutrinama) dan Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (IndobusN). Tujuan program tersebut agar kota-kota di Indonesia dapat berkontribusi terhadap upaya mitigasi emisi gas rumah kaca melalui pengembangan angkutan masal perkotaan yang berkelanjutan didukung dengan kebijakan transportasi perkotaan melalui pendekatan investasi dan peningkatan kapasitas.

"Pelaksanaan program sebagaimana dimaksud menggunakan dana hibah dari Pemerintah Jerman dan Pemerintah Swiss melalui GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit) serta didukung dengan anggaran pada satuan kerja Direktorat Angkutan Jalan," kata Ahmad Yani.



Sumber: BeritaSatu.com