Dikecam karena Tak Sopan kepada Emil Salim, Ini Tanggapan Arteria

Dikecam karena Tak Sopan kepada Emil Salim, Ini Tanggapan Arteria
Arteria Dahlan. ( Foto: Antara )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Kamis, 10 Oktober 2019 | 16:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Politikus PDI Perjuangan, Arteria Dahlan, menyatakan dirinya siap menjadi tidak populer demi menyampaikan sesuatu kebenaran. Bahkan dia mengaku rela di-bully dan dianggap tak menghargai sosok seperti Emil Salim.

Hal itu disampaikan Arteria menanggapi masifnya upaya viralisasi video dirinya yang berdebat dengan Emil Salim, seorang ekonom sangat senior, soal Perppu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Video itu merupakan petikan dari acara Mata Najwa yang belakangan kerap menjadikan isu Perppu KPK sebagai bahan perdebatan.

Usai acara itu, Arteria mendapat banyak kecaman di media sosial dengan tudingan tak menghargai Emil Salim yang berusia lebih tua. Arteria sendiri kini berusia 43 tahun.

"Tak apa-apa saya mewakafkan diri saya untuk menyatakan yang benar. Walau terkesan tidak populer sekalipun," kata Arteria kepada media ini, Kamis (10/10/2019).

"Walau saya sebenarnya heran. Sekarang yang dibahas di media sosial bukan isu Perppu lagi tetapi sikap saya yang kurang sopan. Lah, kita ini belajar jujur dan menyatakan yang benar saja masa dipaksa untuk tidak berani?" katanya.

Dijelaskan Arteria, di acara Mata Najwa, dirinya bukannya emosi. Dia hanya merasa sangat sayang bila seorang tokoh sesenior Emil Salim bisa dimanfaatkan untuk mengutarakan hal-hal yang sebenarnya di luar kapasitas dirinya.

"Awalnya kan saya sangat sopan. Tapi (acaranya Mata Najwa) ini kan sudah didesain. Prof Emil yang notabene tidak berlatar belakang hukum dan beliau tidak memahami dengan benar materi muatan yang ada di revisi UU KPK tiba-tiba berpendapat banyak kelirunya," jelas Arteria.

"Sudah dicoba untuk diklarifikasi tetapi justru (Emil) menyerang kehormatan, tidak hanya menghina bahkan menista kami, tetapi juga institusi DPR. Dan itu dilakukan secara tanpa dasar, berulang-ulang dan dipertontonkan di hadapan jutaan pemirsa TV, maupun suporter Najwa," lanjutnya.

"Bagi saya ini masalah perjuangan ideologi, saya datang ke acara itu untuk melakukan dialektika kebangsaan bukan untuk debat kusir dan penggiringan opini. Dari sejak awal saya melihat ini sudah tidak sehat sih," kata Arteria.

Maka dirinya pun meminta Emil Salim menarik ucapannya. Dan membaca kembali materi muatan revisi UU KPK, belajar memahami fakta hukum dan sosial yang ada. Utamanya, kata Arteria, Emil baiknya berbicara sesuai keahliannya saja.

"Beliau kan ekonom tapi bicara seolah-olah ahli hukum. Jangan bicara (menuduh, red) revisi UU KPK ada karena DPR banyak yang ditangkap. Saya juga menanyakan sadar tidak beliau bahwa beliau dibesarkan oleh Orba yang penuh dengan perilaku koruptif? Apa yang beliau perbuat?" ujar Arteria.

"Jangan tiba-tiba sok tersadarkan saat ini dan merasa diri lebih hebat lebih bersih dari kami-kami yang di DPR. Apa yang beliau perbuat sewaktu jadi menteri dahulu? Kok dulu tak berani bicara seperti ini waktu beliau menjabat dahulu? Koreksi DPR-nya koreksi presidennya. Kan itu tidak dia lakukan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com