JK: Penusukan Wiranto Bukti Kelompok Radikal Masih Berkeliaran

JK: Penusukan Wiranto Bukti Kelompok Radikal Masih Berkeliaran
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan keterangan pers terkait penyerangan Menko Polhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10/2019). Menko Polhukam Wiranto dibawa dan dirawat di RSPAD setelah sebelumnya mendapat perawatan di RSUD Berkah Pandeglang, Banten karena diserang orang tidak kenal saat kunjungan kerja di daerah tersebut. ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Robertus Wardi / JAS Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga menjenguk Menko Polhukam Wiranto di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019) sore. Wiranto dirawat di RSPAD karena ditusuk terduga teroris di Pandeglang, Banten, Kamis siang.

Usai menjenguk, JK menyebut penyerangan terhadap Wiranto sebagai pejabat negara baru pertama kali terjadi di republik ini. Penyerangan itu menunjukkan bahwa teroris memang masih berkeliaran di negara ini.

"Tidak disangka. Ini pertama kali ada orang yang memang mencederai pejabat dengan tikaman. Jelas bahwa di Indonesia kelompok radikal itu masih ada. Itu berkeliaran," kata JK.

Ia tidak melihat kejadian penusukan terhadap Wiranto akan memengaruhi pelantikan presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. Masalah pengamanan pelantikan, kata JK, sudah disiapkan aparat keamanan dan TNI.

"Saya kira tidak. Mudah-mudahan selesai operasi pulih kembali," tutur JK.

Dia menyebut kondisi Wiranto masih sadar. Namun harus dilakukan operasi karena ada luka tusuk di perutnya.
"Kondisinya baik. Insyaallah dokter di sini sangat berpengalaman. Pak Wiranto masih di kamar operasi. Masyarakat mohon mendoakan saja," tutup JK.



Sumber: Suara Pembaruan