Kapolda: Penyerang Wiranto Pasangan Suami Istri

Kapolda: Penyerang Wiranto Pasangan Suami Istri
Polisi melakukan pemeriksaan rumah keluarga pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah di Jalan Alfakah V desa Tanjung Mulia Hilir Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (10/10/2019). Syahrial Alamsyah (51) merupakan salah satu pelaku penyerangan Menkopolhukam Wiranto yang melakukan kunjungan kerja di Lapangan Alun-alun Menes Desa Purwaraja, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Kamis (10/10/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Septianda Perdana )
Laurens Dami / HA Kamis, 10 Oktober 2019 | 21:06 WIB

Pandeglang, Beritasatu.com - Kepala Kepolisian Daerah Banten Irjen Pol Tomsi Tohir membenarkan bahwa dua pelaku serangan terhadap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Kamis (10/10/2019) adalah pasangan suami istri.

Serangan dilakukan di depan gerbang lapangan alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 11.55 WIB. Kedua pelaku menggunakan senjata tajam jenis belati dan gunting.

“Kedua pelaku sudah diamankan dan sedang dikembangkan. Masih dalam proses pengembangan penyidikan. Laki-laki (menusuk) menggunakan belati dan yang perempuan menggunakan gunting. Selesai melakukan penganiayaan mereka menyerah,” ujar Kapolda Banten.

Kedua pelaku merupakan pasangan suami istri, yakni Fitri Andriana binti Sunarto (21) asal Desa Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) dengan alamat Jl Syahrial VI Nomor 104 LK, Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Saat ini kedua pelaku tinggal di Kampung Sawah, Desa/Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Baca juga: Penyerangan Wiranto, Paspampres Tidak Tambah Personel

Kapolda menjelaskan,dari kedatangan hingga akan berangkat pulang, pengamanan sudah dilakukan dengan sebaik mungkin. Namun, sang menteri meminta agar beliau bisa menyapa langsung pada masyarakat.

“Telah dilaksanakan pengaman tapi karena ketulusan hati beliau hendak menyapa seluruh masyarakat yang menyambut pada hari tadi. Pada saat kembali sudah juga kami laksanakan pengamanan. Beliau hendak menyapa karena di sana banyak anak-anak sekolah, ada yang memegang kamera, ada juga yang ingin bersalaman,” kata Kapolda.

Lebih jauh Kapolda mengatakan pasangan suami istri itu menerobos masuk penjagaan dan berupaya melakukan penganiayaan terhadap Wiranto.

Selain Wiranto, ada dua korban lainnya akibat diserang kedua pelaku yakni Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan tokoh masyarakat setempat H Fuad.

Sesuai Prosedur
Tomsi menjelaskan bahwa sistem pengamanan yang digunakan terhadap Menko Polhukam telah sesuai dengan prosedur. Namun kedua pelaku lolos dari pengamanan dan langsung melakukan penyerangan kepada Wiranto.

“Beliau datang sekitar pukul 08.00 WIB. Banyak masyarakat yang menyambut di Mathla’ul Anwar. Di sana banyak masyarakat yang menyambut,” kata Kapolda.

Baca juga: Kepala BIN: Penyerang Wiranto dari JAD Bekasi

Kapolda menambahkan bahwa pihaknya sudah menjaga lokasi sehingga masyarakat tidak begitu dekat dengan Menko Polhukam.

“Masyarakat dimundurkan, kalau lihat video beredar tidak banyak anak-anak. Pelaku masuk dan menyerang, pada saat itu ada ajudan beliau,” kata Kapolda.

Luka Dua Tusukan
Secara terpisah, Direktur Utama (Dirut) RSUD Berkah Pandeglang, Firmansyah mengatakan, saat dibawa ke RSUD Berkah kondisi Wiranto masih dalam keadaan tersadar.

“Kondisi beliau sudah kami observasi apakah terjadi pendarahan atau tidak, tapi kami tidak meyakini dengan tensi yang normal dan nadi yang bagus berarti beliau tidak ada tanda-tanda pendarahan,” kata Firmansyah.

Kata Firmansyah, luka tusuk yang dialami Wiranto cukup dalam karena masuk ke lapisan teritonium dalam perut.

“Datang ke mari dalam kondisi stabil dan sadar. Kemudian dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan