Abu Rara Pernah Akan Berangkat ke Suriah

Abu Rara Pernah Akan Berangkat ke Suriah
Syahril Alamsyah alias Abu Rara (kanan) saat diamankan polisi setelah menusuk Menko Polhukam Wiranto di Alun Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis, 10 Oktober 2019. ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / JAS Kamis, 10 Oktober 2019 | 22:48 WIB

Medan, Beritasatu.com - Syahril Alamsyah alias Abu Rara, pelaku penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto, disebutkan rekan dekatnya mulai menunjukkan perubahan sejak pulang dari Malaysia. Bahkan, Abu Rara pernah mau berangkat ke Suriah, dan ikut dalam sebuah "proyek" di Palu, beberapa tahun lalu.

"Dia di Malaysia hanya sekitar lima bulan. Namun, perubahannya 180 derajat. Segala perilaku buruk, mulai narkoba maupun judi ditinggalkannya. Saya dulu itu teman dekatnya," ujar Alex (39) kepada Suara Pembaruan saat ditemui di Jalan Alfakah V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kamis (10/10/2019) malam.

Alex mengungkapkan, Alamsyah yang dulu dikenalnya tidak luput dari perbuatan maksiat, pun drastis berubah setelah kembali dari negeri jiran itu. Alamsyah mendadak rajin beribadah dan tidak pernah melepaskan kopiah lobay dari kepalanya. Penusuk Menko Polhukam itu sudah dua kali menikah namun akhirnya bercerai.

Istri pertamanya bernama Kanti Neta, berpisah dengan Alamsyah karena tidak ada kecocokan. Perceraian itu membuat Alamsyah stres bercampur frustrasi. Sejak saat itu, Alamsyah tidak pernah absen dalam urusan narkoba, judi toto gelap maupun maksiat.

"Dia itu termasuk orang yang pintar, dan memiliki pendidikan terakhir sarjana dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di Medan. Setelah kegagalan dalam rumah tangga itu, Alamsyah kemudian menikah lagi dengan Yuni warga asal Medan Timur. Mereka nikah di Hamparan Perak tanpa persetujuan orangtua istrinya," ujar Alex lagi.

Meski tidak mendapatkan restu, Alamsyah tetap bertanggung jawab menafkahi Yuni. Dia membuka usaha pengisian air galon isi ulang dan rental PlayStation. Dari pernikahan itu, pasangan Alamsyah dan Yuni dikaruniai dua anak perempuan.

Pernikahan Alamsyah kemudian gagal lagi setelah sang mertua membawa paksa Yuni pulang. Alamsyah digugat cerai bahkan sempat dipolisikan. Mereka pun berpisah. Alamsyah tidak frustrasi dan tetap melaksanakan ibadahnya. "Alamsyah sempat menunjukkan materi dari Suriah. Dia sempat mengajak saya untuk bergabung," imbuh Alex.

"Tapi waktu bicara sama dia saya iyakan saja. Kalau saya bantah kan nggak enak. Padahal dalam hati kita NKRI harga mati," ucapnya sambil tertawa.

Alex mengaku tidak lagi berhubungan dengan Alamsyah setelah pindah ke kawasan Mabar. Pertemuan terakhir Alex dengan Alamsyah sekitar tahun 2015. Alex menemui Alamsyah di rumahnya di Jalan Alfaka VI. Saat itu, rumah Alamsyah belum digusur akibat proyek pembangunan jalan tol Medan - Binjai.

"Bila dihitung dari pertemuan terakhir, kami berdua sudah empat tahun tidak ketemu. Saya terkejut karena orang yang saya kenal ternyata pelaku penusukan Menko Polhukam. Berarti tidak meleset dugaan saya, bahwa dia itu sudah masuk kelompok aliran keras," sebutnya.



Sumber: Suara Pembaruan