Hujan Buatan di Jambi Diharapkan Turun Hari Ini

Hujan Buatan di Jambi Diharapkan Turun Hari Ini
Asap yang menyelimuti Kota Jambi, Sabtu (12/10) pagi masih cukup tebal. Asap membuat kualitas udara menurun hingga masuk kategori tidak sehat. Gambar diambil,Sabtu (12/10/2019) pagi. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / FMB Sabtu, 12 Oktober 2019 | 10:17 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Penaburan 2,4 ton garam kapur tohor di udara Jambi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jumat (11/10/2019) belum berhasil mendatangkan hujan buatan. Rekayasa cuaca tersebut diperkirakan baru bisa mendatangkan hujan di Jambi, Sabtu (12/10).

Belum turunnya hujan di Jambi pascapenaburan garam di udara Jambi tiu menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah it terus meluas. Kemudian asap yang menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Jambi juga semakin tebal.

Pantauan SP di Kota Jambi, Sabtu (12/10/2019) pagi, asap yang menyelimuti kota itu semakin tebal. Asap menyebabkan penerbangan kembali terganggu dan kualitas audara terus menurun. Akibat asap tebal yang membatasi jarak pandang hingga satu kilometer di Kota Jambi, Sabtu pagi, pesawat tidak bisa mendarat di Bandara STS Kota Jambi hingga pukul 08.00 WIB. Namun pesawat yang berangkat dari bandara tersebut tetap sesuai jadwal pukul 06.00 WIB.

Sedangkan pantauan SP pada alat pemantau kualitas udara (Air Quality Monitoring System/AQMS) di depan kantor Wali Kota Jambi, Sabtu (12/10/2019) pagi sekitar pukul 06.00 – 07.00 WIB, indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai 140 parameter per million (ppm).

ISPU tersebut meningkat dibanding Jumat (11/10/2019) sekitar 120 ppm. Tingginya ISPU tersebut membuat kualitas udara di Kota Jambi masuk kategori tidak sehat. Anak-anak sekolah di Jambi diwajibkan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Sementara itu, penaburan kapur tohor untuk mendatangkan hujan buatan di Jambi, Jumat (11/10/2019) langsung disaksikan Kepala Divisi Tehnologi Modifikasi Cuaca (TMC), Marsekal Pertama Basuki Rochmat, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dan Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) (Danatgas Karhutla) Provinsi Jambi, Kolonel (Arh) Elphis Rudy. Penaburan garam tersebut dilakukan menggunakan pesawat CN-295 A-2901.

Basuki Rochmat menjelaskan, penaburan garam untuk mendatangkan hujan buatan di Jambi dilakukan di atas wilayah kabupaten yang masih ditemukan banyak titik api seperti di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan Muaro Jambi. Penaburan garam tersebut juga dilakukan di beberapa wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

"Penaburan garam tersebut diperkirakan hanya mendatangkan hujan yang sifatnya lokal. Durasi atau lama turunnya hujan diperkirakan antara 15 menit hingga satu jam. Hujan buatan tersebut kami harapkan bisa membantu pemadaman karhutla di Jambi,” katanya.

Selain melakukan rekayasa cuaca dengan menabur garam, BNPB juga melakukan koordinasi dengan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui kondisi awan sebelum menabur garam. Hal itu penting agar garam yang ditabur di udara efektif mendatangkan hujan.

Secara terpisah, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Addi Setiadi kepada SP di Jambi, Jumat (11/10/2019) malam menyebutkan, jumlah titik api di Provinsi Jambi masih cukup banyak, yakni mencapai 32 titik. Titik api tersebar Kabupaten Muaro Jambi sembilan titik panas, Kabupaten Tanjung Jabung Timur 11 titik panas dan sisanya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bungo, Batanghari, Sarolangun dan Merangin sebanyak 13 titik.

Dijelaskan, curah hujan di Jambi yang masih sakala ringan hingga sedang selama sepekan terakhir belum mampu memadamkan karhutla di Jambi, terutama karhutla yang berada di lahan gambut seperti di Kecamatan Kumpeh, Muarojambi, Kecamatan Sadu dan Berbak, Tanjabtim.

Sementara itu Sementara itu Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS di Jambi, Jumat (11/10/2019) menjelaskan, pihaknya menerjunkan dua peleton Satuan Sabhara dan Brimob Polda Jambi membantu memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Muarojambi sejak Kamis (10/10/2019). Melalui pemadaman tersebut, jumlah titik api di Muarojambi berkurang drastis dari 47 titik, Rabu (9/10/2019) menjadi sembilan titik, Jumat (11/10/2019). Pemadaman karhutla di lahan gambut Muarojambi tersebut masih dilanjutkan hingga Sabtu (12/10/2019).

Mengenai penanganan kasus karhutla, Muchlis AS mengatakan, pihaknya kini menetapkan 43 tersangka perorangan dan dua korporasi yang terlibat karhutla. Beberapa kasus karhutla perorangan sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Sedangkan kasus karhutla yang melibatkan korporasi masih terus dalam penyidikan. Dua direktur perusahaan yang terlibat karhutla di Muarojambi sudah diperiksa.



Sumber: Suara Pembaruan