Sempat Dikira Pembunuhan, Kematian Aktivis Walhi Dipastikan Akibat Kecelakaan

Sempat Dikira Pembunuhan, Kematian Aktivis Walhi Dipastikan Akibat Kecelakaan
Aparat kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan aktivis Walhi Sumut Golfrid Siregar yang tewas tergeletak di Underpass Titi Kuning Medan. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold H Sianturi )
Arnold H Sianturi / FMB Sabtu, 12 Oktober 2019 | 14:56 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kasus kematian Golfrid Siregar, Minggu (6/10/2019) lalu, akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil penyelidikan, tewasnya aktivis Walhi Sumut itu bukan karena dibunuh.

"Dugaan sementara, Golfrid tewas akibat kecelakaan tunggal. Indikasi ini ditemukan dari lokasi kejadian," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto di Markas Polda Sumut, Jumat (11/10/2019).

Agus memastikan aktivis Walhi Sumut itu bukan tewas akibat tindak pidana setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Underpass kawasan Titi Kuning Medan.

Dalam olah TKP itu menghadirkan saksi yang melihat korban tergeletak di jalan. Para saksi itu meliputi abang tukang becak bermotor (betor) dan warga setempat. Mereka juga yang menolong korban.

"Berdasarkan rekaman Closed Circuit Television (CCTV), para saksi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu membawa Golfrid ke Rumah Sakit Umum (RSU) Mitra Sejati," ungkapnya.

Meski Golfrid disebut tewas akibat kecelakaan tunggal, lanjut Kapolda, pihaknya tidak menghentikan perkara yang menjerat ketiga orang yang mengevakuasi Golfrid. Sebab, mereka yang mengambil barang-barang milik korban.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani sebelumnya menejelaskan, berdasarkan fakta yang ditemukan saat olah TKP, juga menghadirkan saksi yang melihat korban tergeletak underpass Titi Kuning.

"Saksi bernama Ramli melihat posisi pipi di wajah korban di sebelah kanan. Ada darah yang keluar. Posisi sepeda motor di depan korban saat tergeletak. Posisi ini dikuatkan hasil rekaman CCTV," jelasnya.

Ditambahkan, para saksi juga terlihat saat membawa korban ke rumah sakit. Orang yang mengantarkan korban sebanyak lima orang. Luka di tubuh korban lebih dominan terlihat di bagian kanan.

"Dari sisi kendaraan yang dibawa korban juga terlihat sama. Sisi kendaraannya juga dari depan itu lampu sen kanan patah termasuk juga setang sebelah kanan tergores dan shock kendaraan bagian depan sebelah kanan rusak," ujarnya.

Sementara itu, untuk bagian sebelah kiri kendaraan korban, tidak ada terlihat goresan. Polisi menduga, benturan di sebelah kanan, termasuk juga setang sebelah kanan mengalami gesekan. Kenalpot kendaraan korban di bagian luar mengalami gesekan. Kaca spion juga patah.

"Ini juga selaras dengan kondisi luka di bagian sebelah kanan korban yang meliputi, mata lebam di sebelah kanan, kaki kanan korban dalam keadaan kotor di sebelah kanan maupun lainnya," sebutnya. 



Sumber: Suara Pembaruan