Sah! AP II Resmi Kelola Bandara Radin Inten II

Sah! AP II Resmi Kelola Bandara Radin Inten II
Penandatanganan kerja sama pemanfaatan (KSP) barang milik negara pada Bandara Radin Inten II antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan AP II pada Sabtu (12/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Thresa Sandra Desfika )
Thresa Sandra Desfika / JAS Sabtu, 12 Oktober 2019 | 16:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Angkasa Pura (AP) II resmi mendapat kepercayaan dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Bandara Radin Inten II di Lampung.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pemanfaatan (KSP) barang milik negara pada Bandara Radin Inten II antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) dan AP II pada Sabtu (12/10/2019).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, beralihnya pengelolaan ke AP II bertujuan agar Bandara Radin Inten II dapat lebih cepat berkembang. Kerja sama ini juga merupakan upaya pemerintah meningkatkan partisipasi swasta dan BUMN dalam pengembangan infrastruktur.

"Potensi pertumbuhan sektor penerbangan di Lampung cukup besar di antaranya untuk penerbangan umrah dan pariwisata. Menyusul hal tersebut, tahun 2020 landasan akan ditingkatkan untuk bisa didarati Airbus A330," ungkap Menhub dalam keterangannya, Sabtu (12/10/2019).

Bandara Radin Inten

Selain itu, Menhub juga meminta, AP II untuk melihat peluang lain dalam mengoptimalkan Bandara Radin Inten II. "Radin Inten II dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti penerbangan private jet (jet pribadi). AP II dapat mengelola secara profesional dan melihat potensi apa yang bisa dikembangkan," ujar Menhub.

Menhub juga mengungkapkan, pemerintah tengah berupaya meningkatkan aksesibilitas dari dan ke bandara di antaranya dengan moda transportasi kereta.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan, Bandara Radin Inten II akan bersinergi dengan bandara-bandara lain di bawah pengelolaan AP II yang saat ini berjumlah 17 bandara.

“Tentunya kami melakukan pengembangan infrastruktur di bandara yang diserahkan ke AP II melalui skema KSP barang milik negara seperti Radin Inten II di Lampung dan Tjilik Riwut di Palangkaraya," ungkap Awaluddin.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan, pengelolaan, optimalisasi, dan pengembangan fasilitas bandara milik pemerintah oleh AP II melalui skema KSP barang milik negara akan menghemat APBN karena biaya investasi dan operasional berasal dari AP II.

“Angkasa Pura II sendiri telah memiliki rencana pengembangan di Bandara Radin Inten II dengan nilai investasi Rp 500 miliar untuk 30 tahun,” ujar Muhammad Awaluddin.



Sumber: BeritaSatu.com