Korni: Paham Radikalisme dan Terorisme Ancaman Kedamaian Indonesia

Korni: Paham Radikalisme dan Terorisme Ancaman Kedamaian Indonesia
Ketua Umum Korni, M. Basri BK. ( Foto: Ismewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Sabtu, 12 Oktober 2019 | 22:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Relawan Nasional Indonesia (Korni) menyebutkan ada dua paham ideologi yang berbahaya di Indonesia, yaitu paham radikal agama dan paham radikal sekuler.

“Paham radikal agama adalah gerakan untuk mengganti Pancasila dengan ideologi berbasis agama dan paham radikal sekuler adalah paham yang ingin memisahkan Pancasila dari nilai-nilai agama. Kedua paham ini mengancam kedamaian Indonesia,” kata Ketua Umum Korni, M. Basri BK di Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Basri, saat ini paham radikal agama telah terindikasi kuat menyusup di dalam lingkaran sistem pemerintahan, dunia pendidikan dan kultur masyarakat. “Mereka mempunyai metode sistematis dalam merekrut dan mempengaruhi masyarakat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah harus membuat kebijakan dan aturan hukum dalam mencegah penyebaran paham radikalisme tersebut.

“Paham radikal agama sangat berbahaya karena membawa virus pemaksaan kehendak, kebencian, permusuhan dan intoleransi, dengan tujuan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi agama dan akan menjadi ancaman utama bagi Pancasila dan Kebhinekaan kita,” imbuhnya.

Basri mencontohkan, penyerangan terhadap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam) Wiranto adalah bukti dari keganasan tindakan radikalisme dan terorisme. Dalam hal ini, Korni mengecam dan mengutuk tindakan tersebut, serta meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera dan cepat memberantas gerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia.

“Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa (YME) yang mencerminkan nilai perbedaan dalam kehidupan tetapi dapat bersatu dalam keragaman. Dan, makna nilai yang terkandung pada Pancasila sudah sesuai dengan nilai ajaran pada semua agama yang ada di Indonesia,” paparnya.

Korni meminta kepada semua elemen bangsa Indonesia agar tetap berkomitmen untuk terus mengimplementasikan Pancasila dalam keseharian baik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dalam pola pikir, perilaku kehidupan hingga dalam produk aturan hukum yang sesuai dengan nilai Pancasila.

“Kami menghimbau kepada semua elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengamankan lingkungannya dari gerakan paham radikalisme dan terorisme serta bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam bertindak. Kami juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk membuat sistem dalam mendeteksi, pencegahan dan penangulangan gerakan radikalisme dan terorisme di negara Indonesia,” tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan