Kurikulum Kelola Sampah Ide Pertamina EP Diterapkan di PAUD Karawang

Kurikulum Kelola Sampah Ide Pertamina EP Diterapkan di PAUD Karawang
PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field bersama dengan PAUD Alam Al-Firdaus, Southeast Asian Ministers of Education, regional Centre For Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) serta Pemerintah Kabupaten Karawang menyusun kurikulum tematik pengelolaan sampah untuk siswa PAUD. (Foto: Dok Pertamina)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 13 Oktober 2019 | 09:38 WIB

Karawang, Beritasatu.com - Kurikulum tematik pengelolaan sampah untuk siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diinisiasi PT Pertamina EP melalui PT Pertamina EP Asset 3 Subang Field (PEP Subang) siap diterapkan dan dijadikan bahan ajar di seluruh Karawang. Program CSR PELITA (Pendidikan Lingkungan untuk Anak) ini hasil kerja sama PAUD Alam Al-Firdaus, Southeast Asian Ministers of Education, regional Centre For Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.

"Tematik pengelolaan sampah ini dapat digunakan oleh seluruh PAUD, TK, dan institusi pendidikan anak usia dini lainnya di Kabupaten Karawang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Karawang Dadan Sugardan, dalam gelar acara Sosialisasi Contoh Baik Penanaman Karakter Peduli Lingkungan Melalui Penerapan Kurikulum Tematik Pengelolaan Sampah di Satuan PAUD, seperti dikutip dalam keterangan yang diterma redaksi Minggu (13/10/2019).

Dadan Sugardan, pendidikan lingkungan termasuk kurikulum tematik pengelolaan sampah perlu diterapkan milai PAUD. "Dalam kerangka character building, pendidikan lingkungan penting ditumbuhkembangkan. Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya ternyata lebih terkait kepada kecerdasan karakter,” ujar Dadan Sugardan.

Direktur SEAMEO CECCEP Dwi Priyono mengatakan kurikulum tematik pengelolaan sampah untuk PAUD ini memiliki standar internasional. ”Kami menilai contoh baik ini tidak hanya layak di lingkup Indonesia, melainkan hingga di Asia Tenggara,” ujar Dwi Priyono.

SEAMEO CECCEP merupakan organisasi menteri-menteri pendidikan di Asia Tenggara yang memiliki misi untuk mengembangkan pendidikan, sains, dan kebudayaan.

Sementara Kepala Sekolah PAUD Alam Al-Firdaus Siti Marini, mengatakam penanaman karakter peduli lingkungan diajarkan melalui berbagai strategi. Hal ini meliputi pengelolaan sampah, sedekah sampah, menabung sampah, pengurangan sampah plastik, serta pemanfaatan sampah organik dan anorganik. "PAUD Alam Al-Firdaus tidak hanya mengajarkan anak cinta lingkungan dan menerapkan sekolah berbayar sampah, namun berkembang menjadi agent of change dengan mengubah perilaku masyarakat sekitar untuk merawat lingkungan," kata wanita penyusun modul Contoh Baik Pembelajaran Pengelolaan Sampah untuk PAUD.

PEP Subang Field berharap apa yang telah dilaksanakan PAUD Alam Al-Firdaus dapat memberikan manfaat yang luas bagi PAUD-PAUD lainnya,terutama PAUD di Karawang. “Semoga kita semua dapat senantiasa mewujudkan Karawang sebagai Kabupaten Interasih (indah, tertib, aman, bersih),” ujar Pjs. Field Manager PEP Subang, Gatot Simanjuntak.

Hingga kuartal III-2019, produksi minyak PEP Subang Field mencapai 4.312 BOPD (year to date/ytd) dibandingkan periode sama tahun lalu 2.618 BOPD. Sedangkan produksi gas mencapai 192,39 MMSCFD dibandingkan periode sama tahun lalu 206,9 MMSCFD (ytd). Kontributor minyak terbesar dari struktur Jati Kompleks, yaitu sebesar 2.195 BOPD sedangkan gas dari struktur Subang sebesar 122,51 MMSCFD. Dengan sisa waktu dan rencana kerja yang ada, perkiraan pencapaian produksi di akhir 2019 untuk minyak 4.382 BOPD dan gas 193,45 MMSFD.



Sumber: BeritaSatu.com