Polisi Kejar Penikam Warga Pendatang di Wamena

Polisi Kejar Penikam Warga Pendatang di Wamena
Masyarakat bersama TNI dan Polri saat ini melakukan pembersihan di Pasar Woma yang hancur, Jumat, 4 Oktober 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Robert Isidorus )
Robert Isidorus / DAS Minggu, 13 Oktober 2019 | 12:19 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Deri Datu Padang (26), pekerja bangunan asal Toraja, Sulawesi Selatan, tewas ditikam orang tidak dikenal di ujung Jembatan Woma, Wamena, Sabtu (12/10/2019).

Menindaklanjuti kasus ini, Polres Jayawijaya berjanji akan mengejar dan menangkap pelaku penikaman. Janji tersebut disampaikan Kapolres Jayawijaya AKBP Toni Ananda saat berlangsung pertemuan dengan keluarga besar IKT (Ikatan Keluarag Toraja) Jayawijaya di Gedung Tongkonan Wamena bersama Bupati Jayawijaya John R Banua, Dandim 1709/Jayawijaya Letkol Inf Chandra Dianto, Sabtu (12/10/2019) malam.

"Pertemuan hampir berlangsung dua setengah jam. Pak Kapolres mengatakan akan mengejar pelaku sampai ditemukan, dan jika ditemukan pengurus IKT akan dipanggil untuk melihat pelaku,’’ jelas Ketua IKT Jayawijaya, Yohanis Tuku kepada Beritasatu.com, Minggu (13/10/2019).

Penikaman terjadi  sekitar pukul 15.40 WIT saat korban dan temannya Bunga Simon (27) melintas di lokasi kejadian. Korban baru saja pulang dari mengerjakan kamar mandi di Gereja Katolik Kampung Woma. Korban bersama lima orang temannya menggunakan tiga motor saling berboncengan dari tempat kerja.

Setibanya di ujung Jembatan Woma, Deri yang membonceng Simon diadang dua orang pemuda yang kemudian langsung menikam korban dan mengenai pinggang sebelah kiri. Korban dan temannya terjatuh dari motor sementara kedua pelaku langsung melarikan diri.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit namun nyawanya tidak tertolong.  Pisau yang digunakan pelaku menancap dalam  perut korban. Sekitar pukul 16.00 korban meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian diarak menuju Polres Jayawijaya. ‘’Kami sempat berdialog di depan pintu gerbang Polres kemudian jenazah diarak menuju Tongkonan,’’ kata Tuku.

Saat ini jenazah masih disemayamkan di Gedung Tongkonan dan rencana akan diterbangkan ke kampung halaman di Toraja, Senin (14/10/2019) untuk dimakamkan. Semua biaya akan ditanggung Pemda Jayawijaya. "Dalam pertemuan semalam Pak Bupati mengatakan akan menanggung semua biaya transportasi sampai ke kampung,’’ kata Tuku.

Yohanis Tuku berpesan agar semua warga IKT di Jayawijaya tetap menjaga keamanan dan menghindari kegiatan yang bisa dimanfaatkan pihak ketiga, dan proses hukum kasus ini diserahkan ke aparat kepolisian.



Sumber: BeritaSatu.com