Tersangka Penyerang Wiranto, Kawin Cerai dan Hidup Morat Marit

Tersangka Penyerang Wiranto, Kawin Cerai dan Hidup Morat Marit
Syahril Alamsyah alias Abu Rara (kanan) saat diamankan polisi setelah menusuk Menko Polhukam Wiranto di Alun Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis, 10 Oktober 2019. ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / WBP Minggu, 13 Oktober 2019 | 13:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Aksi nekad Syahril Alamsyah alias Abu Rara yang menusuk Menko Polhukam Jenderal (Pur) Wiranto saat kunjungan kerja di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10) dipicu beberapa faktor.

Salah satu yang diduga mendorong lelaki asal Medan, Sumatera Utara itu berubah radikal dan bergabung dengan Jamaah Ansharu Daulah (JAD) di bawah kendali Abu Zee adalah persoalan ekonomi.

“Akar masalah dia berubah menjadi radikal sepertinya adalah sosial ekonomi yang morat-marit, tingkat pendidikan tidak bagus, dan belajar agama instan via internet,” kata seseorang yang mengetahui kasus ini pada Beritasatu.com Minggu (13/10/2019).

Politisi Demokrat: Kapolri Pernah Ingatkan Wiranto Jadi Target

Saat mencari ilmu agama itu, kata sumber tersebut, Abu Rara bertemu dengan kajian pendukung daulah Islamiah alias pro ISIS. Dia pun mendadak berubah jadi sosok yang lain. “Hidupnya kocar kacir. Nikah dan cerai terus sampai empat kali. Yang terakhir dengan Fitri itu. Jadi ini pemahaman instan dan aksi instan,” imbuhnya.

Aburizal Bakrie Sebut Kelingking Wiranto Terluka Akibat Tangkis Serangan

Sebelumnya Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan Abu Rara melakukan aksinya secara spontan. Dia bahkan tidak tahu yang dia serang adalah Wiranto.

“Mereka langsung persiapkan amaliyah. Kebetulan saat itu, dia (Abu Rara), sebagaimana dia menyampaikan ke penyidik, dia melihat ada kapal, helikopter, mau mendarat. Masyarakat banyak berbondong ke alun-alun. 'Saya gak tau siapa, tapi itu sasaran kita',” kata Dedi mengulang pernyataan Abu Rara.

Skenario disusun instan. Abu Rara mengatakan ke istrinya dia akan ke alun-alun untuk menyerang bapak yang turun dari heli. Sementara istrinya langsung menusuk anggota polisi yang terdekat.

“Siapa saja yang ditemukan dengan bapak itu diserang. Jarak rumah mereka dengan alun-alun sekitar 300 meter. Mereka datang bertiga. Abu Rara, istri, dan anaknya,” tambahnya.

Menurut Dedi, menghadapi aksi lonewolf semacam ini, agak sulit. Apalagi mereka juga beniat melawan agar ditembak mati. Tak heran, sang istri mengincar dan menyerang kapolda.



Sumber: BeritaSatu.com