Hujan Mulai Turun di Kabupaten Maros

Hujan Mulai Turun di Kabupaten Maros
Suasana hujan perdana di jalan poros ke TWA Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, Minggu 13 Oktober 2019. ( Foto: Antara / Suriani Mappong )
/ YUD Minggu, 13 Oktober 2019 | 16:36 WIB

Maros, Beritasatu.com - Hujan perdana mulai turun di wilayah Kabupaten Maros khususnya di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Bantimurung, Minggu (13/10/2019).

"Hujan perdana ini cukup deras, sehingga yang sementara berkendaraan roda dua banyak yang singgah berteduh," kata salah seorang warga Kecamatan Bantimurung Muh Zainal di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (13/10/2019).

Hujan yang hampir setengah jam itu menjadi berkah bagi peternak dan petani di sekitarnya yang lahannya kekurangan air akibat musim kemarau yang terbilang panjang.

Dalam kondisi normal, biasanya hujan mulai turun pada September namun kini sudah Oktober baru turun itupun tidak lama untuk menutupi kebutuhan air masyarakat setempat.

Sebelumnya, dalam dua bulan terakhir pihak BPBD Kabupaten Maros memberikan bantuan air bersih pada warga di tiga kecamatan di Maros yakni Kecamatan Lau, Maros Baru dan Bontoa.

Kasubid Logistik BPBD Maros Deswal mengatakan, setiap desa yang terdampak kekeringan mendapatkan bantuan air bersih sebanyak enam mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter per tangki.

Umumnya warga yang mendapatkan jatah air bersih merasa sangat terbantu dengan adanya air bersih yang disalurkan pemerintah melalui BPBD Maros.

Alasannya, dengan bantuan tersebut minimal dapat mengurangi pengeluarannya membeli air bersih rata-rata lima jerigen per hari atau Rp10 ribu, hanya untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, belum termasuk kebutuhan MCK.

Hal itu dibenarkan salah seorang warga Kecamatan Lau, Maros Muliati. Menurut dia, bantuan air bersih dari pemerintah itu sangat bermanfaat meskipun hanya sekali seminggu, karena harus bergiliran dengan desa lain.

"Tentu kami sangat bersyukur dengan bantuan air bersih dari pemerintah. Sementara hujan yang sudah turun hari ini, semoga dilanjutkan hari-hari berikutnya sehingga sawah yang butuh air tidak jadi puso," katanya.



Sumber: ANTARA