37 Orang Keracunan Makanan di Timika

37 Orang Keracunan Makanan di Timika
Ilustrasi pasien keracunan. ( Foto: Antara )
Robert Isidorus / JEM Senin, 14 Oktober 2019 | 15:31 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Sebanyak 37 orang dari Panti Rehabilitasi KM 7 dan pelajar di Sentra Pendidikan SP 5 Timika, Papua, mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh kontraktor leveransir dan katering PT Mita Sumber Sejahtera (MSS), Minggu (13/10/2019) malam.

Data yang diperoleh Suara Pembaruan, Senin (14/10/2019) siang, sejumlah 37 orang warga dan pelajar yang sempat dirawat di rumah sakit karena keracunan makanan itu telah diperbolehkan pulang Senin sore.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika dikonfirmasi menerangkan, kasus keracunan massal itu kini telah ditangani Polres Mimika, di mana saat ini pihaknya telah memeriksa enam orang saksi dalam peristiwa itu.

"Penanggung jawab dan pengelola makanan di usaha katering sudah dimintai keterangan. Sampel makanam dan bahan bakunya juga telah diamankan untuk diuji di Badan POM," ujarnya, Senin sore.

Kamal menerangkan, informasi keracunan makan itu pertama kali diketahui oleh Kasat Intelkam Polres Mimika yang menerima laporan warga dan selanjutnya ditindaklanjuti oleh Polres Mimika.

"Setelah dilakukan pengecekan di RSUD Mimika diketahui bahwa benar terdapat sejumlah warga yang telah dirawat sejak pukul 19.00 WIT. Mereka mengaku mengalami sakit perut setelah mengonsumsi makanan dari katering berupa nasi putih, sayur pepaya, dan ikan goreng. Bibir mereka gatal-gatal dan terasa sakit pada mata serta merasa pusing," katanya.

Kamal menambahkan tindakan kepolisian yang dilakukan yakni menerima laporan, mendatangi TKP, mengecek korban ke rumah sakit, memeriksa saksi-saksi, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, mengamankan barang bukti, melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Ia pun menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Mimika.

"Kasus ini telah ditangani oleh Polres Mimika yang akan berkoordinasi dengan pihak terkait yakni Badan POM," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan