Jateng Provinsi Terbaik untuk Pembangunan Ketenagakerjaan Nasional

Jateng Provinsi Terbaik untuk Pembangunan Ketenagakerjaan Nasional
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri memberikan penghargaan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo atas prestasi provinsi Jateng sebagai provinsi terbaik dalam pembangunan ketenagakerjaan tahun 2019, dengan raihan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) sebesar 65,71, di Jakarta, Senin (14/10/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Stefy Thenu )
Stefy Tenu / IDS Senin, 14 Oktober 2019 | 16:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Ketenagakerjaan menobatkan Provinsi Jawa Tengah sebagai provinsi terbaik dalam pembangunan ketenagakerjaan tahun 2019, dengan raihan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) sebesar 65,71. Dengan itu, Jateng mengalahkan sejumlah provinsi lain dalam urusan ketenagakerjaan kategori besar.

"Penghargaan ini kami berikan dengan enam indikator utama, yakni perencanaan tenaga kerja, penduduk dan tenaga kerja, pelatihan dan kompetensi kerja, hubungan industrial, kondisi lingkungan kerja dan jaminan sosial tenaga kerja," kata Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri usai menyerahkan penghargaan di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Jateng menjadi yang terbaik karena mendapatkan nilai IPK paling tinggi se-Indonesia. Sementara duduk di urutan kedua adalah Jawa Timur dengan IPK 64,74, dan terbaik ketiga adalah Sulawesi Selatan dengan IPK 64,73.

Hanif Dhakiri mengatakan, penghargaan tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada daerah yang telah berhasil dalam pembangunan ketenagakerjaan. Penghargaan diberikan setiap tahun sejak tahun 2011 lalu.

Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan semua daerah dalam mengembangkan ketenagakerjaan. Selain itu, penghargaan itu juga menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran pemerintah daerah akan pentingnya perencanaan ketenagakerjaan.

"Semoga kegiatan ini mampu mendorong percepatan pembangunan ketenagakerjaan di daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota," tuturnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, penghargaan tersebut bukanlah segalanya. Meski begitu, dirinya memberikan apresiasi kepada jajarannya di Pemprov Jateng, Disnaker, organisasi buruh, pengusaha dan para buruh karena dapat bekerja sama menaikkan indeks pembangunan ketenagakerjaan di Jateng menjadi lebih baik.

"Semoga ini akan mendorong ekonomi di Jateng berjalan lebih kondusif," ujar Ganjar.

Capaian ini, menurutnya, menjadi satu tampilan positif yang dapat dilihat publik. Diharapkan, ini akan membuka mata para calon investor untuk melirik provinsi yang dipimpinnya itu.

"Dengan kondusifitas dan kenyamanan industri di Jateng, maka akan membuat calon investor tertarik. Sehingga, skenario pertumbuhan ekonomi di Jateng ke depan akan lebih mudah dilakukan," tambahnya.

Meski begitu, Ganjar mengakui masih ada sejumlah permasalahan yang harus diselesaikan khususnya mengenai buruh. Selama ini, isu tentang buruh baru hanya sebatas upah, padahal banyak hal yang masih perlu dipenuhi sebagai upaya peningkatan kesejahteraan mereka.

"Capaian ini tidak hanya dalam satu indeks, namun ke depan harus dikorelasikan dengan peningkatan investasi dan kesejahteraan buruh. Kalau selama ini isu buruh hanya sebatas upah, ke depan harus diperhitungkan tentang peningkatan kesejahteraan buruh, seperti akomodasi, transportasi, pendidikan, kesehatan dan sebagainya," tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan