Diapresiasi, Demokratisasi dan Keterbukaan Era Pemerintahan Zul-Rohmi di NTB

Diapresiasi, Demokratisasi dan Keterbukaan Era Pemerintahan Zul-Rohmi di NTB
Zulkieflimansyah. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / AO Selasa, 15 Oktober 2019 | 22:32 WIB

Mataram, Beritasatu.com - Iklim yang demokratis sangat penting bagi pembangunan di daerah, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB). Konsep demokrasi memberikan ruang yang besar bagi publik mengawal program-program pembangunan yang sedang dilakukan di NTB saat ini.

Karena itu, pemimpin di NTB yang juga dipilih berdasarkan pesta demokrasi perlu memiliki komitmen dalam menjaga iklim demokratis di NTB. Pemerintahan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah atau Zul-Rohmi memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawal program pembangunan.

"Zul-Rohmi cukup demokratis dan tidak antikritik. Itu merupakan modal yang bagus dalam pembangunan di NTB sekaligus menaikkan indeks demokratisasi dan transparansi," ujar Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 Mataram, Bambang Mei Finarwanto atau yanng akrab disapa Didu di Mataram, Selasa (15/10/2019).

Zul-Rohmi, kata Didu, juga tidak tampak canggung dalam berinteraksi dengan masyarakat, baik secara langsung lewat program "Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi" setiap Jumat atau lewat akun media sosial (medsos).

"Sudah mau berinteraksi dan mendengarkan keluhan atau aspirasi lewat medsos itu langkah yang inovatif," kata mantan Direktur Walhi NTB itu.

Meski begitu, Didu berharap Zul-Rohmi tidak mengabaikan peran media arus utama, baik cetak maupun media daring. Pasalnya, kata Didu, media arus utama masih menjadi rujukan bagi masyarakat dalam mencari informasi yang valid dan kredibel.

Didu menambahkan, interaksi kepala daerah dengan masyarakat lewat media sosial merupakan ikhtiar yang baik dan langkah awal dalam proses keterbukaan informasi kepada publik. Didu berharap upaya transparasi dan keterbukaan informasi yang dilakukan Zul juga diikuti oleh para kepala dinas dengan menghadirkan informasi yang aktual dan informatif.

"Sudah saatnya para kepala dinas lebih membuka diri, menyampaikan progres program kepada publik secara berkala," imbuhnya

Didu berharap interaksi Zul-Rohmi melalui medsos atau berjumpa langsung dengan masyarakat terus dilakukan secara berkesinambungan. "Dari pertemuan dan aspirasi secara langsung, masyarakat tentu merasa lebih lega jika keluhannya bisa didengar secara langsung," pungkas Didu.



Sumber: Suara Pembaruan