Kasad: TNI dan Keluarga Sudah Diperintahkan Bijak Bermedsos

Kasad: TNI dan Keluarga Sudah Diperintahkan Bijak Bermedsos
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa. ( Foto: Suara Pembaruan / Joanito de Saojoao )
Yeremia Sukoyo / JAS Rabu, 16 Oktober 2019 | 08:43 WIB

Jakarta, Beritastau.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal Andika Perkasa, menegaskan, TNI AD telah mengeluarkan perintah ke satuan bawah untuk bijak menggunakan media sosial (medsos) sejak tahun lalu dan berulang kali. Perintah tersebut tidak hanya untuk anggota TNI, tetapi juga untuk keluarganya.

"Kita sudah memberikan perintah ke satuan bawah untuk tidak menyalahgunakan medsos, untuk tidak sebarkan info yang tidak benar, alias hoax, tidak sebarkan info profokatif, pecah belah, dan tidak menyebarkan info yang menumbuhkan kebencian," kata Andika usai acara penyematan tanda kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi kepada pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Perintah itu sendiri sudah dikeluarkan sejak tahun lalu pada Juli dan Agustus 2018. Perintah yang sama dikeluarkan setiap kali terjadi insiden penyalahgunaan medsos. "Kami ingin TNI AD dan keluarganya itu mempunyai rambu dalam bermedia sosial. Media sosial adalah hak setiap orang, tetapi juga mereka harus tahu batasnya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kasad juga menegaskan, pihaknya telah mencopot jabatan tujuh orang anggota TNI terkait unggahan di media sosial pascainsiden penusukan Menko Polhukam Wiranto. Selain mencopot jabatan, tujuh anggota TNI itu juga menerima hukuman disiplin militer.

"Sampai dengan hari ini Angkatan Darat sudah memberikan sanksi kepada tujuh orang total anggota TNI Angkatan Darat. Dua anggota pada hari Jumat kemarin, kemudian tambahan lima sudah kita putuskan dan sedang kita proses," kata Andika.

Dijelaskan, dari enam anggota yang mendapat sanksi karena anggota keluarga masing-masing yang mengunggah sindiran terkait insiden penusukan Wiranto. Sedangkan seorang lainnya merupakan anggota TNI yang menyalahgunakan penggunaan media sosial secara langsung.

"Kita jatuhi hukuman disiplin militer kepada selain, kepada satu orang adalah berupa penahanan ringan maksimal 12 hari. Tapi kepada satu orang karena yang bersangkutan sendiri yang menyalahgunakan sosial media kita jatuh tetap hukuman disiplin militer tapi penahanan berat maksimal 21 hari," jelas Andika.

Terkait identitas tujuh anggota TNI itu, Andika menyebut sejumlah komando resor militer (korem) dan komando distrik militer (kodim). Jabatannya pun beragam mulai dari prajurit kepala, sersan, hingga kopral.

"Jadi yang di Korem Padang adalah prajurit kepala itu tamtama, kemudian yang di Kodim Wonosobo itu kopral dua tamtama juga, kemudian yang di Korem Palangkaraya itu sersan dua bintara, Kodim Banyumas ada sersan dua, dan di Kodim Mukomuko di Bengkulu itu adalah kapten," tuturnya.



Sumber: Suara Pembaruan