Tangkap Wali Kota Medan, KPK Cetak Hattrick OTT dalam 3 Hari

Tangkap Wali Kota Medan, KPK Cetak Hattrick OTT dalam 3 Hari
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. ( Foto: Antara / Aprillio Akbar )
Fana Suparman / JAS Rabu, 16 Oktober 2019 | 09:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menangkap sekitar tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (15/10/2019) malam hingga Rabu (16/10/2019) dini hari. Dalam OTT ini, KPK dikabarkan turut menangkap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

"Ada tim lain yang ditugaskan di Medan," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (16/10/2019) pagi.

Dzulmi Eldin dan para pihak lainnya ditangkap lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap. Dalam OTT ini, tim Satgas KPK turut menyita uang tunai ratusan juta rupiah yang diduga barang bukti suap.

"Ada uang yg diamankan, ratusan juta. Masih dalam proses perhitungan. Diduga ada setoran dari dinas-dinas ke Kepala Daerah," kata Febri.

Dzulmi Eldin saat ini sedang dalam perjalanan menuju Gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sementara enam orang lainnya masih diperiksa intensif di Mapolres Medan.

Dengan OTT terhadap Dzulmi Eldin, KPK mencetak hatrick OTT dalam tiga hari terakhir. Sebelum Dzulmi Eldin, KPK menangkap Bupati Indramayu, Supendi dan sejumlah pihak lain pada Senin (15/10/2019) hingga Selasa (16/10/2019) dini hari. Dari OTT tersebut, KPK menetapkan Supendi bersama Kepala Dinas PU, Omarsyah; Kabid Jalan Dinas PU, Wempy Triyono serta seorang pengusaha bernama Carsa AS sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di Dinas PU.

Pada hari kemarin, KPK juga menangkap Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XII, Refly Ruddy Tangkere dan tujuh orang lainnya dalam OTT di Jakarta, Bontang dan Samarinda.

Refly saat ini sedang diperiksa intensif di Gedung KPK, sementara enam orang lainnya yang ditangkap di Bontang dan Samarandi sedang dalam perjalanan menuju Gedung KPK, Jakarta.

"Tadi sudah di Bandara Soekarno-Hatta dan sedang dalam perjalanan ke Gedung KPK," kata Febri.



Sumber: Suara Pembaruan