Pasutri Muda di Kota Malang Diciduk Densus 88

Pasutri Muda di Kota Malang Diciduk Densus 88
Ilustrasi penangkapan teroris. ( Foto: ANTARA FOTO / Andreas Fitri Atmoko )
Aries Sudiono / JAS Rabu, 16 Oktober 2019 | 09:50 WIB

Malang, Beritasatu.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri beranggotakan enam orang menangkap seorang terduga teroris berinisial R (27) di Jalan Kedawung, Lowokwaru, Kota Malang, sekira pukul 15.30 WIB, Selasa, (15/10/2019) siang.

Selain itu istri R terduga teroris berinisial PM (32) juga turut ditangkap di rumahnya di Jalan Papa Biru II/24, RT 07/RW 15 Kelurahan Tulusrejo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Keduanya merupakan pasangan suami-isteri (pasutri). Sedangkan seorang perempuan lainnya yang ada di rumah mewah berlantai dua tersebut, adalah mahasiswi penghuni indekos,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera yang dikonfirmasi semalam.

Pasutri itu kini masih menjalani pemeriksaan di salah satu ruang Mapolres Malang Kota. Ketika dikonfirmasi tentang perkembangan hasil pemeriksaan, Rabu (16/10/2019) tadi pagi, Frans Barung Mangera menyatakan masih dilakukan pendalaman.

Sementara itu, Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander yang ditemui terpisah semalam di dekat rumah tersangka mengaku hanya diminta Densus ikut melakukan pengamanan. Ia belum tahu, apakah pasutri itu masuk jaringan teroris JAD atau lainnya.

Sedangkan untuk kasusnya sendiri, pihak Polres Malang Kota belum mengetahui pasti. Termasuk status rumah mewah berlantai dua warna putih di Jalan Papa Biru yang ditempati pasutri R dan PM, menurut pihak RT/RW, juga belum diketahui pasti. Bagian depan rumah juga masih agak berantakan karena sedang direnovasi.

Kholil, salah satu anggota satpam perumahan di kawasan itu, hanya tahu penghuninya dua perempuan dan satu laki-laki. Ketika dilakukan penangkapan Densus pada Selasa siang, kawasan itu dalam kondisi tidak terjaga satpam karena penjagaan baru dimulai pukul 20.00.

“Ada orang perempuan yang tinggal di rumah itu. Rumah ini sudah kosong lama, tapi ditempati dua perempuan itu sudah satu tahun terakhir. Rumahnya memang sedang direnovasi. Namun soal penangkapan saya tidak tahu,” tandas Kholil.

Dari informasi pihak Kelurahan Tulusrejo diperoleh keterangan, bahwa rumah tersebut merupakan rumah milik seorang warga berinisial PM. Namun PM sendiri, menurut informasi, tak pernah melapor kepada RT/RW setempat. PM juga disebutkan sulit dikonfirmasi dan tidak pernah diketahui tempat tinggal tepatnya.

“Sampai saat ini, PM ini juga masih belum jelas, apakah kepemilikan rumah tersebut masih milik PM atau telah berganti kepemilikan. Sebab, selama beberapa waktu ini, rumah tersebut diketahui kosong,” ujar salah seorang perangkat kelurahan. 



Sumber: Suara Pembaruan