Suami-Istri yang Ditangkap di Semarang Dikenal Tertutup

Suami-Istri yang Ditangkap di Semarang Dikenal Tertutup
Tim Densus 88 Antiteror. ( Foto: Antara )
Stefi Thenu / RSAT Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:32 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Pasangan suami-istri Am (44) dan MH (44) yang ditangkap Tim Densus 88 Mabes Polri, Selasa (15/10) kemarin, dikenal tertutup dan tak bersosialisasi dengan warga sekitar.

Keduanya ditangkap di Dusun Kepoh Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Ketua RW 04 Muhammad Hafidz (54) menuturkan, suami istri itu tinggal bersama 2 orang anak mereka di rumah kontrakan di Dusun Kepoh sejak 3 bulan terakhir.

Am diketahui adalah warga Desa Jatipunggi, Pringapus Kabupaten Semarang sedangkan sang istri MH warga Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

"Sehari-hari mereka jarang bergaul dengan warga. Suaminya hanya terlihat ikut sholat di mushala, sedangkan istrinya pulang pergi mengantar dua anaknya yang masih SD ke sekolah," ujarnya.

Dia mengaku tak tahu apa pekerjaan Am. Pria itu diketahui jarang berada di rumahnya. Istrinya  juga tak ikut kegiatan apapun dan banyak berada di dalam rumah.

Dari penggeledahan di rumah kontrakan itu, Tim Densus 88 Mabes Polri berhasil mengamankan sejumlah barang bukti meliputi, 1 buah laptop, 1 buah alat scanner, 1 buah ktp dan kartu kredit, 4 unit handphone, 1 flasdisk, sebilah samurai (senjata tajam), dan 2 buah buku jihad.



Sumber: Suara Pembaruan