Ditangkap KPK, Wali Kota Medan Miliki Harta Rp 20,39 Miliar

Ditangkap KPK, Wali Kota Medan Miliki Harta Rp 20,39 Miliar
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin ( Foto: ANTARA FOTO/Septianda Perdana )
Fana Suparman / RSAT Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin bersama enam orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Medan pada Selasa (15/10/2019) malam hingga Rabu (16/10/2019) dinihari.

KPK menduga Dzulmi terlibat transaksi suap terkait setoran dari dinas-dinas di Pemkot Medan. Dalam OTT ini, KPK turut menyita uang tunai lebih dari Rp 200 juta yang diduga barang bukti suap yang melibatkan Dzulmi.

Dzulmi memiliki harta kekayaan sekitar Rp 20,39 miliar. Hal ini setidaknya berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir dilaporkan Dzulmi kepada KPK pada 15 Maret 2019 untuk laporan periodik tahun 2018.

Berdasarkan laman elhkpn.kpk.go.id yang diakses pada Rabu (16/10/2019), Dzulmi memiliki harta tidak bergerak berupa 14 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Deli Serdang, Medan dan Jakarta. Total tanah dan bangunan yang dimiliki Dzulmi ditaksir senilai Rp 11.581.954.000.

Sedangkan untuk harta bergerak, Dzulmi memiliki dua jenis mobil, yakni Toyota Kijang Innova dan Toyota Corolla, serta tiga sepeda motor, dengan total Rp 193 juta.

Harta bergerak lainnya yang dimiliki Dzulmi tercatat senilai Rp 4.961.516.000. Selain itu, Dzulmi juga memiliki kas atau setara kas lainnya senilai Rp 3.663.296.565. Dengan demikian, total harta kekayaan yang dilaporkan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin yakni Rp 20.399.765.565.

Selain menangkap Dzulmi, dalam OTT ini, tim Satgas KPK juga meringkus enam orang lainnya yang terdiri dari Kepala Dinas PU, protokoler, dan ajudan Wali kota, serta pihak swasta. Dzulmi dan enam orang lainnya saat ini sedang dalam perjalanan menuju Gedung KPK, Jakarta.

Lembaga Antikorupsi memiliki waktu 1x24 jam setelah penangakapan untuk menentukan status perkara dan status hukum para pihak yang diringkus. Jurubicara KPK Febri berjanji pihaknya akan menyampaikan secara rinci mengenai OTT ini dalam konferensi pers.



Sumber: Suara Pembaruan