Gubernur Sumut Prihatin Atas OTT Wali Kota Medan

Gubernur Sumut Prihatin Atas OTT Wali Kota Medan
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, memberikan keterangan kepada wartawan usai melaksanakan salat di Masjid Agung Medan, Kamis (22/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / CAH Rabu, 16 Oktober 2019 | 16:03 WIB

 

Medan, Beritasatu.com - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi merasa prihatin terhadap Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Biarkan proses hukum sedang yang sedang berjalan. Untuk sementara, kita gunakan azas praduga tak bersalah," ujar Edy Rahmayadi di Fakultas Teknik di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (16/10/2019).

Selain Dzulmi, KPK juga menangkap Kepala Dinas PU, protokoler dan ajudan walikota serta pihak swasta. KPK menyita uang bernilai ratusan juta rupiah.

"Tidak mungkin ada asap namun tidak ada api. Namun demikian, kita doakan agar beliau dapat menyelesaikan persoalan tersebut. Masalah penanganan hukum akan berjalan seobjektif mungkin," katanya.

Mantan Pangkostrad ini sudah berulangkali mengingatkan kepala daerah beserta perangkat dinas di Sumut untuk menghindari segala bentuk praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menyampaikan, dirinya akan melakukan konsolidasi dengan seluruh jajaran agar masalah hukum yang sedang terjadi itu tidak mengganggu roda pemerintahan.

"Yang terpenting konsolidasi dulu. Nanti kita lakukan konferensi pers langsung," sebutnya. 

 



Sumber: Suara Pembaruan