Sebanyak 36 Terduga Teroris Jaringan Abu Rara Dibekuk

Sebanyak 36 Terduga Teroris Jaringan Abu Rara Dibekuk
Syahril Alamsyah alias Abu Rara (kanan) saat diamankan polisi setelah menusuk Menko Polhukam Wiranto di Alun Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis, 10 Oktober 2019. ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / YUD Rabu, 16 Oktober 2019 | 18:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polri terus mengejar jaringan Syahril Alamsyah alias Abu Rara yang menusuk Menko Polhukam Jenderal (pur) Wiranto saat kunjungan kerja di Pandeglang, Banten Kamis (10/10/2019) lalu.

Hingga Rabu (16/10/2019), sebanyak 36 orang - termasuk Abu Rara - yang berhasil dibekuk oleh Densus 88. Itu belum termasuk dua orang anggota Polwan yang terancam dipecat dan pidana.

Baca juga: Wiranto Diserang, Densus Obrak-abrik Jaringan Terduga Teroris

“Fenomena kelompok ini menjadi fenomena baru dalam aksi terorisme di negara kita yaitu mereka melakukan interaksi lewat media sosial yang salah satu platformnya grup WhatsApp dan lain sebagainya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Jakarta Rabu (16/10/2019).

Mereka berkomunikasi dan berinteraksi di sana sampai dengan interaksi melakukan diskusi tentang ideologi . Kelompok ini berafiliasi kepada ISIS, sampai mereka berinteraksi dan berdiskusi untuk merakit bom di media online tersebut yaitu salah satu grup di salah satu platform.

Baca juga: Jaringan Abu Rara di Malang Digulung Densus

“Mereka berjalar merakit bom di grup tersebut. Beberapa tersangka sudah dan belum kita tangkap, sudah berbaiat di situ, ini fenomena baru, baiat online. Semua lewat online otomatis borderless, penyebaran tanpa batas, jadi menyebar kemana-mana dan jumlahnya kita duga tidak sedikit,” imbuhnya.

Maka itu Densus berpencar ke beberapa daerah diantaranya Manado, Bali, Jatim, Jateng, Pandeglang, Cirebon dan sampai Poso dan melakukan penangkapan terhadap para terduga teroris tersebut.

Berikut rincian para terduga teroris yang berhasil dibekuk:

1. Pandeglang: Syahrial Alamsyah, Fitri Andriana, Ratu Ayu.

2. Bali : Ahmad Taufikurahman dan anaknya Zaki Ali Ibrahim

3. Manado: Syamsudin alias Jack Sparow

4. Cengkareng: Taufik Hidayat dan Devi Rusdiwarni

5. Bandung: Wahyu Budi Nugraha, Nurdin, Azi Ali Safari, Juju Juhardi, Muh Nur Ali Nurdi, Dendi Permana, dan Rizal Faturohman

6. Jambi: Rohis

7. Cirebon: Yusuf Firdaus, Beni Asri , Rizal Fajri, Lutfi Susanto

8. Lampung: Noval, Aul Putra, Tri Haryono, Yunus, M Rifki, Ubai Dira

9. Poso: Awaludin

10. Jateng: Krisyono, Marifah hasanah, Abdul Karim, Jailani Ahmad Sarwani, Syuhada, Ahmad Amirudin, Abdul Azie

11. Jatim: Rizki Kurniawan, Anisa Prima Hapsari

Baca juga: Ketua PBNU: Radikalisme Sudah Masuk Fase Darurat

“Total kita berhasil menghentikan rencana aksi 36 orang ini. Hampir 90 persen mereka berbaiat secara online. Oleh karena itu saya menyebut itu fenomena baru,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com